Ini yang Terjadi pada Bisnis Logistik & Jasa Pengiriman Saat Pandemi

Advertorial - detikOto
Senin, 03 Agu 2020 00:00 WIB
adv isuzu
Foto: dok. Isuzu
Jakarta - Salah satu media swasta menghadirkan sebuah webinar dengan tema 'Peluang Bisnis Baru: Siasat Bisnis Logistik dan Jasa Pengiriman di Tengah Pandemi COVID-19' pada Senin (6/7). Bersama narasumber dari Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) area Jawa Timur, Vice President PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), dan GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia terungkap banyak paparan menarik seputar tumbuhnya bisnis logistik dan jasa pengiriman Indonesia di masa pandemi.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) area Jawa Timur Ardito Soepomo memaparkan keadaan ini sebenarnya sudah dirasakan oleh Asperindo sejak bulan Januari. Hal tersebut karena traffic impor dari China sudah mulai menurun saat wabah Corona belum sampai di Indonesia.

Penurunan semakin terasa ketika bulan Maret sampai diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), transportasi dan tindakan karantina menghambat supply proses pengiriman barang. Di sisi lain, justru terjadi peningkatan yang signifikan yaitu perubahan pola perilaku konsumsi masyarakat dari pembelian offline menjadi online. Ini pun merupakan sebuah peluang bagi pengusaha logistik untuk terus berjalan di saat volume distribusi logistik internasional menurun.

Selama PSBB, Asperindo tetap mengarahkan para anggotanya untuk selalu mengikuti aturan dari pemerintah mengenai protokol kesehatan. Dari sisi bisnis, keadaan secara keseluruhan pun sedang menurun ditambah kompetisi di sektor logistik yang bukan saja diisi oleh pemain ekspedisi namun juga penyedia jasa ojek online.

Hal itu tentu memaksa para pengusaha logistik untuk berinovasi dengan menciptakan layanan - layanan baru. Mereka memaksimalkan modal sosial dan jaringannya untuk bisa tetap bertahan.

Dari sisi pemain besar ekspedisi, Vice President PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Eri Palgunadi mengungkapkan pada masa pandemi ini justru mengalami kenaikan bisnis sebesar 10 - 20%. Ia melihat terdapat perubahan pola kuantitas pengiriman dari tadinya hanya tinggi pada weekdays, setelah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat melalui e-commerce maka sekarang pada weekend jumlah pengguna jasa pengiriman barang justru meningkat.

Walaupun bisnisnya tengah meningkat, Eri memastikan pihaknya untuk tidak mengabaikan kesehatan karyawan, di antaranya dengan membuat SOP bisnis sesuai protokoler kesehatan karena karyawan JNE adalah messenger yang rentan karena bertemu dengan banyak orang.

Dari sudut pandang penyedia kendaraan niaga, Isuzu juga memulai dengan melakukan mapping segmen bisnis. Dari mapping tersebut diketahui terdapat segmen yang mengalami penurunan dan ada juga yang meningkat dengan pesat.

Dikutip dari data Gaikindo, hingga Mei pertumbuhan market kendaraan komersial terkoreksi cukup dalam hingga 37,5%. Untuk jumlah penjualan retail sales per bulan Mei pun mengalami penurunan, yaitu segmen medium pick up penjualan Isuzu Traga terkoreksi 9,6%, segmen light truck terkoreksi cukup dalam 29,8%, dan koreksi terdalam justru ada di segmen medium truck 45,4%.

Meskipun demikian, dilihat dari sudut pandang perolehan market share Isuzu justru meningkat, mulai dari kelas medium pick up Isuzu Traga yang membubuhkan angka positif 9,9%, di kelas light truck Isuzu Elf naik 1,5%, dan di segmen medium truck Isuzu Giga naik 3,6%.

Tumbuhnya market share ini disebabkan dari beberapa strategi yang diterapkan Isuzu. Yang pertama adalah karena Isuzu berhasil masuk pada segmen yang tepat di bisinis yang masih tumbuh meskipun total market kendaraan niaga sedang turun.

Kedua, efisiensi menjadi perhatian pebisnis. Isuzu mampu memberikan total biaya kepemilikan dan operasional yang lebih kompetitif karena DNA mesin Isuzu yang bandel dan irit bahan bakar. Mengingat tingginya biaya operasional terbesar terletak pada konsumsi bahan bakar, maka hal itu pun menjadi salah satu kunci sukses Isuzu.

Dalam bisnis penyediaan kendaraan niaga, peran leasing juga turut berkontribusi besar, dalam keadaan yang serba tidak menentu seperti saat ini segmen logistik dan pengiriman barang justru mendapatkan angin segar karena segmen bisnis logistik lebih akan dipermudah.

Saat ini Isuzu bekerja sama dengan official leasing partner juga memberikan program bunga 0% untuk Isuzu Elf dan paket bunga 0% untuk Isuzu Traga sebagai bentuk dukungan Isuzu untuk membantu partnernya melewati masa sulit pandemi.

Selain memberikan program untuk proses penjualan unit, Isuzu juga memberikan konsentrasi lebih pada aftersales.

"Isuzu fokus pada penyediaan kendaraan yang dapat memenuhi kebutuhan customer-nya, dan selama PSBB Isuzu meningkatkan pelayanan di layanan purna jual. Di mana saat PSBB banyak yang tidak boleh beroperasi, kami Isuzu justru mengantongi ijin usaha terbatas dari Kementerian Perhubungan sehingga dengan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB). Isuzu tetap dapat memastikan customer tetap dapat beroperasi dengan optimal," jelas GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril, dalam keterangan tertulis. (adv/adv)