Begini Cara Merawat Truk Agar Terhindar dari Penyakit Rem Blong

ADVERTISEMENT

Begini Cara Merawat Truk Agar Terhindar dari Penyakit Rem Blong

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 22 Jul 2022 10:09 WIB
Bus dan truk Hino sudah memenuhi standar emisi Euro4
Cara merawat truk agar terhindar dari penyakit rem blong. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Salah satu penyakit utama yang kerap dialami truk-truk di Indonesia adalah rem blong. Penyakit rem blong pada truk bisa memberikan dampak fatal karena akan mencelakai orang-orang dan para pengendara di sekitarnya. Lalu bagaimana cara merawat truk yang benar agar terhindar dari penyakit ini?

Kepala Hino Total Support Customer Center (HTSCC) Epen Supendi mengatakan, perawatan truk bisa dilakukan harian oleh pengemudi truk tersebut, yakni dengan cara mengecek bagian sistem pengereman. Sementara untuk perawatan berkala, bisa dilakukan oleh teknisi atau mekanik ahli.

"Cara perawatan kampas rem dilakukan secara periodik dan harian, perawatan periodik dilakukan teknisi dengan cara memeriksa kebocoran pada sistem rem, memeriksa atau mengganti kampas rem dan melakukan pengantian komponen rem sesuai dengan manual," kata Epen kepada detikOto melalui pesan singkat, Kamis (21/7/2022).

"Sementara perawatan harian bisa dilakukan oleh pengemudi, dengan melakukan pemeriksaan harian pada kendaraan di bagian sistem rem," tambah Epen.

Selain dengan perawatan harian dan berkala, kasus rem blong pada truk juga bisa dicegah melalui perilaku pengemudi. Seperti pernah diungkapkan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Achmad Wildan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi potensi rem blong di jalanan menurun.

Menurut Wildan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan gigi rendah untuk membantu kendaraan melaju perlahan dengan auxiliary brake (rem pembantu) berupa engine brake.

"Paling gak idealnya (sopir harus) pakai gigi 2, jangan sampai pakai gigi 3, karena itu bahaya," kata Wildan kepada wartawan di Purwakarta, Januari lalu.

Selain menggunakan gigi rendah, hal lain yang harus dilakukan sopir truk ketika melewati jalanan menurun adalah menggunakan exhaust brake atau rem angin.

"Exhaust brake harus diaktifkan (terus), jangan dimainkan. Biasanya exhaust brake itu dimainkan on-off, on-off, itu jangan. Nyalain aja terus, supaya bisa nahan (laju kendaraan). Jadi nanti yang menahan (laju) roda itu bukan rem, tetapi adalah mesin. Jadi akan pelan nanti dia, nggak perlu pakai rem (pedal)," sambung Wildan.



Simak Video "Bus Baru dari Hino Ini Bikin Kaki Sopir Anti Pegal!"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT