Heboh Ujian Praktik SIM C di Indonesia Lebih Susah dari Taiwan, Begini Tips Biar Lulus

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 12 Des 2021 14:27 WIB
Viral uji praktik SIM C di Indonesia dibandingkan dengan di Taiwan (dok. istimewa)
Foto: Viral uji praktik SIM C di Indonesia dibandingkan dengan di Taiwan (dok. istimewa)
Jakarta -

Media sosial diramaikan dengan perbandingan ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C di Indonesia dan Taiwan. Netizen menilai ujian SIM C di Indonesia lebih sulit.

Dalam video singkat berdurasi 40 detik nampak dua kolase video menunjukkan materi ujian praktik SIM C. Tampak trek uji praktik SIM C di Indonesia terdapat zig-zag dan membentuk angka 8.

Sementara itu, postingan di medsos ini juga menampilkan uji praktik di Taiwan. Dalam video itu, pengendara yang menjadi peserta uji praktik tampak hanya melintasi jalanan yang lurus dan sedikit berputar.

Netizen menilai ujian praktik SIM C di Indonesia lebih sulit. "Kalo disini itu ujian buat akrobat bukan buat di jalan," cuit seorang warganet.

"Yg Indonesia kaya lagi belajaran ikut tong setan," timpal yang lain.

Korlantas menegaskan pihaknya mengikuti regulasi yang berlaku saat ini. Perkap Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM. Dalam aturan itu, peserta uji praktik SIM C harus melewati rintangan berupa trek zig-zag hingga jalur berbentuk angka '8'.

"Ini regulasinya, kita ikutin sesuai aturan yang ada di regulasi ya," ujar Kasubdit SIM Korlantas Polri Kombes Djati Utomo saat dimintai konfirmasi, Jumat (10/12/2021).

Lebih lanjut, kata Djati, peserta memang harus latihan dan diuji terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan SIM C. Pasalnya, Djati menerangkan, apabila seseorang sudah memiliki SIM, orang tersebut telah dinyatakan kompeten dalam berkendara.

"Kita punya SIM tandanya kita juga kompetensi mengemudi. Untuk mendapatkan kompetensi harus latihan dan diuji. Pada akhirnya pemilik SIM menjadi lebih tersaring, benar-benar orang yang berkompetensi mengendarai kendaraan bermotor," imbuh Djati.

Tips biar lolos ujian praktik SIM anti-gagal

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pemohon SIM perlu meluangkan waktu lebih banyak.

"Coba luangkan waktu, datang ke sana (SATPAS tempat ujian SIM), pelajari tes-tes tersebut. Jadi siapkan dua hari lah. Hari pertama mempelajari, hari kedua kita ikut tes," ujar Jusri kepada detikcom belum lama ini.

"Kedatangan pertama dia harus melakukan observasi dari tes-tes yg diuji. Termasuk kalau praktik pelajari dimensinya, kalau tes tertulis dia tanya-tanya orang yang ikut itu apa aja yang diuji, cari bocoran. Jangan ujug-ujug datang," saran Jusri.

Untuk ujian tertulis SIM bisa juga dipelajari dari berbagai sumber. Saat ini, banyak sumber di internet yang memberikan contoh soal ujian SIM tertulis.

Sementara untuk ujian praktik, Jusri menyarankan perlu dipelajari langsung di lokasi pengujian SIM. Karena, sebelum melakukan ujian, pemohon SIM perlu melakukan observasi untuk mengetahui rintangan-rintangan yang diuji.

"Pebalap aja, mau balapan itu berapa hari udah di sirkuit, observasi dulu, baru latihan. Valentino atau Hamilton pun nggak berani masuk (sirkuit) Sentul langsung ngebut. Dia datang, dia observasi semuanya," ucap Jusri.

"Makanya kalau di luar negeri, sekolah-sekolah mengemudi itu sudah menerapkan pelajaran dasar dulu, lalu ada materi-materi pra-uji. Sehingga begitu mereka datang sudah tahu soalnya semua," katanya.



Simak Video "Catat! Denda Nggak Bawa SIM dan Tak Punya SIM Berbeda"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)