ADVERTISEMENT

Mobil Jarang Dipakai karena WFH, Perlu Dipanasin Nggak Sih?

Rizki Pratama - detikOto
Minggu, 29 Nov 2020 09:15 WIB
Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan Yaris Heykers di Senayan City, Jakarta, Kamis (3/11/2016). Mobil yang menggendong mesin 2NR-FE berkapasitas 1.496 cc itu dijual dengan harga mulai dari Rp 228,3 juta hingga Rp 277,3 juta.
Mobil wajib dipanaskan kalau jarang dipakai. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia masih diselimuti dengan pandemi virus Corona yang setiap hari kasus positifnya terus bertambah. Mau tidak mau banyak muncul normalitas baru dan para pemilik mobil lebih jarang menggunakan kendaraan karena dapat melakukan aktivitas di rumah saja.

Walaupun mobil tidak dipakai, tentu mesin tetap perlu dijaga kondisinya dengan cara dipanaskan. Nah, bagusnya berapa lama mobil yang jarang dipakai dipanaskan? Sebelum menjawabnya, Kepala Bengkel Auto2000 Bogor Siliwangi, Bambang Haryanto menjelaskan terlebih dahulu dua hal berbahaya yang dapat dihindari dengan memanaskan mobil.

"Kalau mobil tidak dipakai dalam waktu lama karena PSBB, mobil tetap harus dipanaskan. Karena untuk menghindari digigitnya kabel-kabel atau komponen lainnya digigit tikus," sebut Bambang dikutip dari Auto2000.

Selain menghindari binatang liar menggerogoti mesin, juga berpengaruh langsung pada komponen mobil lainnya yang tidak kalah penting. Menyalakan dan memanaskan mesin dalam skala waktu tertentu akan menjaga arus kelistrikan tidak terputus sehingga aki tidak soak. Hal ini dikarenakan adanya penurunan tegangan pada aki mobil.

"Akinya sendiri akan ada proses pengeluaran tegangan sendiri. Dalam jangka panjang mobil tidak dipakai dan dipanaskan akan mengakibatkan akinya soak. Karena tegangan di aki tersebut berkurang," ungkap Bambang.

Setelah anda tahun pentingnya memanaskan mobil, anda juga harus tahu berapa kali dan berapa lama waktu memanaskannya. Bambang mengatakan setidaknya mobil yang jarang dipakai dipanaskan dua kali sehari dengan durasi waktu 15 menit.

"Jadi paling tidak dua hari sekali dihidupkan," tutup Bambang.



Simak Video "Cara Merawat dan Tekanan Angin Ban Serep Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT