Tanggapan Pakar Safety Driving Soal Pengemudi yang Tersesat Lihat Penampakan Perempuan

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 14 Nov 2020 17:13 WIB
Seorang pria asal Surabaya tersesat di tengah persawahan di Mojokerto usai melihat penampakan perempuan.
Penjelasan safety driving pengemudi lihat penampakan. Foto: Eko Budianto
Jakarta -

Sebuah fenomena unik terjadi pada seorang pria asal Surabaya tersesat di tengah persawahan Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ia mengaku tersesat di persawahan yang jauh dari permukiman penduduk setelah melihat penampakan perempuan di Pandaan, Pasuruan.

Terlepas dari benar atau tidaknya peristiwa itu, ada beberapa penjelasan ilmiah yang dapat dijelaskan oleh pakar keselamatan berkendara. Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian mengungkap ada beberapa kondisi yang membuat pengemudi mengalami hal tersebut.

"Keterangan mengatakan sebelumnya pengemudi mengikuti rapat. Artinya standar minimal sebagai pengemudi tidak terpenuhi yaitu kondisi tidak fit. Rapat pekerjaan kantor sangat memakan tenaga dan pikiran. Jadi analisa pertama saya pengemudi dalam keadaan lelah," ujarnya kala dihubungi detikcom, Sabtu (14/11/2020).

"Menggunakan headset akan membuat semacam fenomena cubical (seperti kita bekerja di dalam kotak) artinya ini bagian dari distraction atau gangguan mengemudi, pengemudi akan cenderung asik sendiri, referensi UU juga mengatur penggunaan headset ini salah," lanjutnya.

Menurutnya kombinasi distraksi dan faktor kelelahan ini menjadi pemicu munculnya ilusi-ilusi saat berkendara.

Sementara itu Reza juga mengamati dari cara berkendara dan jenis kendaraannya. Ia melewati tol dan berakhir di jalan yang tidak rata menggunakan mobil Xenia. Harusnya ia dapat merasakan perubahan jalan kalau dalam keadaan fit dan sadar saat berkendara.

"Mobil MPV dan rwd yang digunakan dengan medan sesuai di foto sih sepertinya tidak masalah menembus hingga sedalam itu. Harusnya pengemudi aware tapi kembali lagi ke analisa di atas, karena banyak "gangguan" - nya maka "tidak terasa" goncangan dan sebagainya," lanjutnya.

"Lingkungan jalan yang gelap juga menjadi masalah ketika bertemu dengan kelelahan, literasi mengatakan bahwa keadaan gelap dan waktu jam tidur akan mendorong dan sangat memungkinkan mata merem tetapi kaki dan tangan masih aktif tetapi tidak sinkron. Gas dan stir tetap bekerja sedangkan mata tertutup," pungkasnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)