Kamis, 07 Mei 2020 02:53 WIB

Butuh Dana Segar, Kendaraan Baiknya Jual atau Gadai?

Ridwan Arifin - detikOto
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan mobil mengalami penurunan sebesar 13,7%. Daya beli masyarakat digadang sebagai penyebab kondisi ini.
Petugas tengah membersihkan mobil yang akan dijual di Dealer Mobil88, di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (22/06/2015). Ilustrasi jual mobil bekas Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Virus Corona membuat aktivitas terhambat, sementara kebutuhan harus tetap berjalan. Bagi yang terdampak, aset kekayaan seperti mobil atau motor terpaksa digunakan untuk menutup ekonomi. Ada dua pilihan, gadai atau jual.

Namun, dalam situasi apa seseorang menggadaikan asetnya?

Financial Planner sekaligus CEO OneShildt, Budi Raharjo mengatakan sebelum memutuskan untuk memilih gadai atau menjual kendaraan bermotor perlu diketahui dulu konsekuensi dari kedua pilihan tersebut.

"Tergantung latar belakang dan tujuan penggunaannya, itu yang harus diingat selalu. Kemudian karakteristik juga beda-beda, kita mau jual bagaimana, kita mau gadai bagaimana. Konsekuensi juga beda," kata Budi saat dihubungi detikOto, Rabu (6/5/2020).

Sebab baik gadai atau jual kendaraan bermotor memiliki keuntungan dan karakteristik berbeda-beda.

Gadai Kendaraan Bermotor

Budi mengatakan gadai menjadi sumber likuiditas jangka pendek dalam kondisi yang mendesak, terutama bila tidak ada dana cadangan.

Ia menyebut gadai bisa menjadi solusi bila membutuhkan uang dalam waktu dekat. Namun kekurangannya, aset seperti kendaraan bermotor yang digadai hasil uang yang diterima tidak 100 persen dari harga pasar.

"Penilaian dari pegadai-nya sendiri, misal harga barang tersebut dinilai market value-nya berapa, ditaksir duluKemudian nanti dipinjamkan berapa persen dari plafon harga market value-nya," ungkap Budi.

Adapun ia membeberkan yang paling penting ialah kesanggupan membayar cicilan per bulan alias melunasi pinjaman. Biasanya, orang-orang memilih gadai karena butuh uang tetapi tidak ingin kehilangan aset.

"Kita pilih gadai, ke depannya punya peluang untuk menebusnya kembali. Tapi kalau tidak ada peluang untuk menebusnya kembali, kena potong biaya-biaya, contohnya biaya bunga, administrasi."

"Misalnya untuk empat bulan maksimal harus dilunasi, kalau tidak itu bisa revolving, atau dilanjutkan lagi tapi itu tentunya kena biaya administrasi," terang dia.

(Halaman selanjutnya pilih menjual kendaraan)

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com