Minggu, 09 Feb 2020 11:10 WIB

Jangan Tiru Aksi Tohap Silaban, Ada Cara Cegah Emosi di Jalan

Ridwan Arifin - detikOto
Tohap Silaban ditangkap polisi Foto: Tohap Silaban ditangkap polisi (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Selain itu, pengemudi juga bisa merencanakan jalur untuk melintas.

"Pilih jalur yang tidak berpotensi terjadi kemacetan, walau jarak tempuh lebih jauh tapi ditempuh dengan lancer jauh lebih baik ketimbang kondisi macet yang berpotensi menyebabkan stress yang akan memicu emosi," ungkap Yudi kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Tips lain, pengemudi juga mesti paham etika berkendara di jalan. Sebab, bukan tidak mungkin perilaku berkendara juga memancing emosi pengendara lain di jalan.

"Beri tanda (komunikasi) ketika ingin bermanuver seperti menyalip, berbelok, atau berpindah jalur seperti menyalakan sein lebih awal. Bisa juga dibantu dengan menyalakan lampu jauh atau klakson untuk memberi tahu keberadaan kita, namun lakukan dengan sopan dan tidak berlebihan," kata Yudi.

Mematuhi rambu lalu lintas menjadi hal mutlak yang perlu ditaati bagi setiap pengendara di jalan. Mengakali ganjil-genap juga menjadi satu perhatian lebih petugas kepolisan saat ini, apalagi jika sampai berhenti di bahu jalan tol sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas.

Pengendara yang berperilaku seperti itu disebut tidak memiliki etika. Karena mereka hanya memikirkan dirinya sendiri

"Memang menyebalkan perilaku seperti itu, tapi itulah mereka (pengendara nakal-Red). Kalau dari sisi safety memang ada aturan yang dia langgar, tapi ini yang dilanggar aturan etika bukan aturan hukum. Jadi susah juga untuk ditindak," ujar Director Training Safety Defensive Sony Susmana.
Sony pun mengingatkan, agar para pengendara tidak berkendara demikian.

"Kalau saran, saya merasa mereka lebih paham bahwa jalan raya ini milik bersama, kalau mereka melakukan itu (tidak mempedulikan pengendara lain dengan berkendara pelan di tol-Red) untuk bisa berkendara untuk kepentingan dia, harusnya mereka lebih pintar untuk tidak seperti itu. Atau jika memang harus berhenti mereka harus berhenti di rest area, tidak di jalan tol," katanya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(riar/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com