Sabtu, 18 Jan 2020 10:27 WIB

Ingat! Jangan Sembarangan Terobos Banjir

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Banjir di Kemang Utara IX. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah titik terendam banjir. Pengendara diimbau untuk tidak nekat menerobos banjir.

Banjir bisa dibilang adalah 'musuh' bagi kendaraan bermotor. Kendaraan yang dipaksa menerobos banjir bisa rusak. Jika air sudah masuk ruang mesin, maka fatal akibatnya.

Banjir bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin kendaraan. Jika kendaraan dipaksa menerjang banjir, risiko terparahnya adalah mesin mengalami water hammer.



Water hammer adalah keadaan saat kendaraan mati mendadak disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Hal itu bisa merusak piston.



Gejala ini akan membuat setang piston bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan yang paling parah, melengkungnya head silinder. Gejala water hammer ini bakal menguras biaya yang tak sedikit. Pemilik kendaraan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memperbaiki kendaraannya.

Beberapa pakar menyarankan agar pengendara tidak menerobos banjir. Soalnya, air bisa masuk ke filter udara dan tersedot hingga ruang bakar dan berisiko mengalami water hammer. Selain itu, air juga berisiko merusak bagian elektronik kendaraan.

Ingat! Jangan Sembarangan Terobos Banjir


Simak Video "Kampung Melayu Masih Tergenang Banjir, Tinggi Air Sempat 125 Cm"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com