Untuk mengetahui batas aman berkendara menerobos banjir dapat diketahui dengan melihat tinggi air. Jika sudah mencapai ketinggian lebih dari setengah ban, maka sangat dianjurkan untuk tidak memaksakan diri dan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena semakin tinggi air maka semakin sulit untuk mengendalikan kendaraan. Arus air akan mengarahkan kemudi sesuai situasi yang mungkin akan menghilangkan kendali pengemudi atau pengendara.
"Arus air sangat kuat ketika melintas secara vertikal atau horizontal akan sangat berbahaya. Handling kendaraan akan sangat sulit, ketika belum berpengalaman diharapkan stop berkendara," jelas Reza,
Di samping itu jangan lupa pula efek hydroplaning yang dapat membuat ban tak lagi menapak pada dan mendapat daya cengkeram. Tentunya dengan jumlah air yang banyak ini saat hydroplaning bisa menyebabkan mobil malah terseret arus sekejap setelah ban tak menapak lagi.
Reza menegaskan kembali bahwa tidak ada namanya cara aman berkendara di kondisi banjir seperti ini. Hal yang harus dilakukan adalah menjaga diri dengan tidak menambah risiko kecelakaan lewat berkendara. "Jadi sangat tidak direkomendasikan tetap berkendara, maka saya tidak akan mengatakan prosedur aman melintasi banir. Kalau defensive ya jangan melintas dan stop berkendara," tutupnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!