Selasa, 04 Jun 2019 18:19 WIB

Jangan Asal Cuci Motor Setelah Dipakai Perjalanan Jauh, Ini Alasannya

Luthfi Anshori - detikOto
Cuci motor Foto: Erliana Ryadi Cuci motor Foto: Erliana Ryadi
Jakarta - Punya tunggangan yang selalu bersih jadi dambaan setiap pemilik motor. Jadi tidak heran jika ada seorang bikers yang rajin mencuci motornya tiap saat. Tapi tidak asal mencuci motor ya, ada detail kecil yang perlu diperhatikan.

Selain tidak boleh menggunakan sabun detergen atau krim. Ketika ingin mencuci motor, sebaiknya perhatikan juga kondisi mesinnya. Usahakan mesin tidak dalam kondisi panas setelah dipakai perjalanan jauh.



Seperti dilansir dari laman suzuki.co.id, kebiasaan mencuci motor dalam kondisi seperti itu sebaiknya segera dihentikan, karena memiliki konsekuensi buruk pada motor.

Mencuci motor saat mesin dalam kondisi panas akan membuat bagian logam pada komponen motor langsung bersentuhan dengan air dingin. Logikanya, saat logam panas bersentuhan dengan air dingin, akan terjadi perubahan suhu yang drastis.



Risikonya, blok mesin motor bisa retak, karena melakukan pencucian saat mesin masih dalam kondisi panas. Efek buruk lain yang mungkin muncul, leher pipa di knalpot yang berlapis krom bisa berubah warna jadi agak kekuningan.

Karena itu disarankan saat kondisi suhu mesin masih panas, beri jeda waktu 5 sampai 10 menit sebelum dicuci. Waktu yang tidak lama ini sudah bisa membuat kondisi mesin dan komponen di dalamnya istirahat sejenak sebelum akhirnya nanti diguyur air yang memiliki perbedaan suhu drastis. Ini akan membantu mengurangi risiko terjadi kerusakan. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed