Senin, 30 Apr 2018 11:56 WIB

Minyak Rem Juga Harus Rutin Diganti

Ruly Kurniawan - detikOto
Ilustrasi rem. Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo Ilustrasi rem. Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta - Salah satu hal yang sangat krusial di kendaraan adalah sistem pengereman yang berguna untuk memperlambat sampai menghentikan kendaraan. Apabila hal ini terganggu, kecelakaan yang mengancam jiwa jadi risiko terbesar. Untuk itu, sangat diwajibkan untuk Otolovers agar merawat peranti pengereman. Salah satunya dengan mengganti minyak rem kendaraan tiap dua tahun sekali atau saat jarak tempuh kendaraan sudah 20.000 km.

Business Director PT Laris Chandra sebagai importir minyak rem STP di Indonesia, Stanley Tjhie, mengatakan jika cairan lain di kendaraan, semisal cairan radiator, gagal menjalankan fungsinya, pengguna bisa diingatkan melalui lampu indikator. Tapi lain soal jika ini terjadi dengan minyak rem.



"Bila minyak rem gagal menjalankan fungsinya maka keselamatan jiwa sebagai taruhannya. Karena kita tidak tahu apakah minyak rem itu masih dapat berkerja dengan maksimal. Oleh karena itu, penting hukumnya untuk melakukan perawatan sistem rem," ujar Stanley, di area IIMS 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dirinya menambahkan, minyak rem sebaiknya sudah harus diganti dalam jangka waktu dua tahun. Tapi sebelum waktu tersebut kendaraan sudah menempuh jarak 20.000 km, maka wajib diganti.

"Mana yang lebih dulu sampai saja, waktu atau jaraknya. Biasaya 3% minyak rem sudah bercampur air dan ini tidak baik untuk pengereman," jelas Stanley.

"Minyak rem akan menyerap kandungan air dari udara, jadi setiap dua tahun (atau 20.000 km) harus diganti karena ada kadar air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman," tambahnya.



Ia juga mengatakan agar menggunakan minyak rem sesuai dengan spesifikasi kendaraan, dan lebih baik yang sudah memiliki kandungan Activgard. Soalnya kandungan tersebut mampu berkerja untuk menjaga dan melindungi seal karet di sistem rem agar tidak mudah getas sehingga rem jadi lebih awet. Selain itu, teknologi ini juga mampu melindungi komponen logam dari karat dan korosi yang terdapat di sistem rem.

Fungsi lainnya untuk melindungi pipa kapiler sistem rem dari hambatan akibat pembentukan endapan karena oksidasi sehingga melancarkan sirkulasi minyak rem. Bahkan dapat mengikat unsur air akibat kelembaban udara di dalam sistem rem sehingga tidak menyebabkan oksidasi dan menghindari rem blong akibat angin palsu.

"Kalau bisa pakai minyak rem sesuai dengan kapasitas kendaraan. Misalkan dia harusnya pakai DOT 4, ya sudah pakai DOT 4 atau Dot 5.1, jangan pakai DOT 3. Naik spesifikasi tidak apa, kalau turun jangan. Oh ya, kalau mau campur-campur (minyak rem) bisa saja, asalkan jangan dicampur dengan yang DOT 5. Karena itu minyaknya sangat berbeda dari yang lainnya," tutup Stanley. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed