Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 13 Juni 2017, 07:40 WIB

Mencegah Rem Blong, Ini Yang Tidak Boleh dilakukan Sopir Bus

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Mencegah Rem Blong, Ini Yang Tidak Boleh dilakukan Sopir Bus ruk tronton terguling dan menabrak SPBU Kenteng di Boyolali, Jawa Tengah akibat mengalami rem blong. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta - Kecelakaan karena rem blong kerap kali terjadi pada bus, bahkan tidak jarang sampai merenggut korban jiwa. Namun hal tersebut dapat dihindari oleh si sopir sebagai pemeran utamanya.

Dalam hal ini, Safety Riding & Safety Driving Ditlantas Polda Metro Jaya, Aiptu Bambang Margono mengatakan, ada beberapa hal yang haram dilakukan sopir bus atau truk.

"Kalau kita (polisi) menyampaikan ke sopir bus, truk, ada hal yang tidak boleh mereka lakukan untuk sopir. Yang pertama tidak boleh nambah minyak kopling, tidak boleh nambah minyak rem. Selebihnya seperti oli, air silahkan tambah," ujarnya kepada wartawan, di Senayan, Jakarta.

Jika minyak rem dan minyak kopling telah berkurang sampai batasnya, maka si sopir wajib membawanya ke teknisi atau ke bengkel.

"Kalau ditambah sendiri oleh sopir, artinya dia menipu sopir berikutnya. Karena ketipisan kampas rem dia enggak tahu, karena ditambahin itu tadi. Jadi kalau sudah turun sampai batasnya langsung diganti, enggak boleh ditambah harus bengkel," tuturnya.

Jadi Lanjut Bambang berpesan dan menegaskan kembali bahwa, minyak rem dan minyak kopling, jika sudah berkurang tidak boleh ditambah, apa lagi dilakukan sendiri, tapi harus diganti.

"Kalau kamu tidak mau dipenjara, kamu buang masalah itu (periksa kendaraan sebelum jalan) ke teknisi, tapi kamu harus laporan, nanti berkait sama teknisi, jadi nanti tanggung jawabnya ke teknisi," pungkasnya.

(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +