Oli untuk Kendaraan Terkini Cenderung Lebih Encer, Ini Alasannya

Oli untuk Kendaraan Terkini Cenderung Lebih Encer, Ini Alasannya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 02 Sep 2016 14:32 WIB
Oli untuk Kendaraan Terkini Cenderung Lebih Encer, Ini Alasannya
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kendaraan bermotor yang diproduksi akhir-akhir ini direkomendasikan menggunakan pelumas yang lebih encer. Sebab, mesin kendaraan bermotor saat ini diproduksi dengan kepresisian yang semakin rapat.

"Karena biasanya teknologi baru itu, tingkat kepresisiannya, makin rapat. Kalau dulu mungkin lebih longgar, sekarang makin rapat. Sehingga kita butuh pelumas yang makin encer yang bisa masuk celah-celah tersempit," kata Head of Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, Eko Setyobudi saat berbincang dengan detikOto.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, terkait teknologi, kendaraan cenderung dibuat lebih kompak dan mesinnya dibuat lebih presisi. Makanya, dibutuhkan oli yang encer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau oli yang kental, dia enggak bisa masuk ke celah-celah yang kecil sehingga tidak efektif, efeknya jadi cepat panas, cepat rusak. Jadi dia harus masuk ke celah-celah tersempit," jelas Eko.

Ditemui di kesempatan yang sama, Technical Specialist Gear, Hydraulic & Grease PT Pertamina Lubricants, Fadilwan menjelaskan, teknologi kendaraan saat ini dikembangkan untuk mengejar efisiensi bahan bakar. Untuk itu, dibuatlah mesin dengan friksi atau gaya gesekan yang rendah.

"Friksi rendah butuh oli yang viskositasnya lebih encer. Mesin berkembang kan karena ada kebutuhan, misalnya emisi makin rendah, kemudian fuel economy, kemudian customer menginginkan pelumasnya lebih tahan lama dipakai. Makin ke sini makin encer, makin tahan lama, tahan panas, karena kan engine makin lama makin kecil, sehingga pelumasnya harus lebih tahan panas. Mesin kecil, oil stress meningkat, makanya kita buat lebih bagus. Artinya bahan-bahan base oil yang digunakan kualitasnya harus semakin lebih baik, semakin lebih tahan lama," jelas Fadilwan.

Meski begitu, tak semua mobil harus menggunakan oli yang lebih encer. Fadilwan mengatakan, kendaraan produksi lama dengan mesin yang tidak serapat mesin produksi baru tetap disarankan menggunakan oli yang lebih kental.

"Tidak harus mesin-mesin lama pakai pelumas yang baru. Kadang-kadang ada yang enggak cocok. Karena material engine itu misalnya dia didesain membutuhkan anti-zinc, tapi di pelumas-pelumas baru dia kadarnya lebih rendah karena ada katalis di gas buang. Untuk mobil-mobil yang sudah lama disarankan pakai yang lebih kental, misalnya SAE 20W-50, 20W-40. Mobil baru dari 2012 sudah memakai 5w-30. Ada mobil yang baru dikeluarkan butuh oli 0W-20," ujar Fadilwan. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads