βBerkendara skutik orang tinggal memutar grip gas motor sudah jalan, tak perlu pindah gigi apalagi mencengkeram tuas kopling. Ini dikarenakan skutik menggunakan transmsi CVT (continuously variable transmission),β tutur Service Advisor Yamaha Flagship Shop Jakarta, Abdul Azis Muslim, kepada detikOto, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Prinsip kerja transmisi itu menggunakan belt dan gaya sentrifugal untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda motor. Sejumlah komponen ada di sistem transmisi tersebut, dan jika tak dirawat dengan baik akan cepat bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika di skutik muncul getaran saat putaran mesin rendah atau setelah mesin motor dinyalakan namun tidak digas, itu berarti ada gejala masalah di roller atau primary sliding sheave. Terlebih jika diikuti suara krok,krok, krok dsaat motor dijalankan, serta akselerasi alias laju motor berat.
Gejala kedua yang juga sering ditemukan adalah jika laju motor ndutan-ndutan saat tuas gas mulai ditarik atau di putaran mesin rendah dan bersuara jedug,jeduk . Tanda-tanda itu mengindikasikan ada masalah pada bagian mangkuk kopling.
Sementara, jika laju motor tiba-tiba melambat dengan sendirinya dan kecepatan tak segera bertambah kala tuas gas ditarik, itu berarti ada masalah pada kanvas sentrifugal. Soalnya, kanvas sentrifugal ini berfungsi untuk menekan mankuk kopling untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda.
Masalah lain yang juga kerap ditemui, terjadi di sliding yakni peranti yang menghubungkan belt. Gejalanya, laju motor seperti tertahan saat putaran mesin di tingkat sedang. Namun, ketika tuas gas kembali dibetot, laju normal kembali.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas