Nah, bagi Anda yang sering merasa mengantuk saat berkendara mobil atau sepeda motor ada baiknya mengikuti tips yang diberikan oleh Pakar Tidur dr Andreas Prasadja. Menurutnya, mengantuk saat berkendara itu sama bahayanya dengan Anda nyetir dalam kondisi mabuk.
Berikut tips yang dibeberkan oleh dr Andreas.
1. Jam tidur harus ditambah
|
|
Lalu bagaimana cara menambah jam tidur tersebut? dokter Andreas mengatakan majukan jam tidur Anda saat bulan puasa. Misalnya, hari biasa Anda tidur jam 21:00 atau jam 22:00, nah ketika bulan puasa Anda harus tidur lebih cepat dari hari biasa karena saat dini harinya Anda harus bangun untuk sahur.
2. Jika sudah mengantuk pinggirkan kendaraan Anda
|
|
Menurut Andreas, ada baiknya ketika Anda sudah mulai mengantuk saat berkendara pinggirkan kendaraan dan beristirahatlah. Misalnya, ditengah jalan menuju kantor Anda mengantuk, lebih baik Anda berhenti dan tidur 10 sampai 15 menit.
"Saat Anda mengengantuk itu konsentrasi berkendara jadi menurun. Yang harus dilakukan adalah tidur, meski sebentar itu sudah membantu karena mengantuk itu tidak bisa disembuhkan oleh 1 zat apapun selain kita harus tidur," kata Dr Andreas saat dihubungi detikOto, Selasa (2/7/2014).
Baik pengendara mobil atau motor ketika Anda mengantuk ada baiknya beristirahat sebentar. Untuk pengguna motor cari tempat senyaman dan seaman mungkin untuk Anda beristirahat.
3. Jam istirahat digunakan untuk tidur
|
|
Andreas mengatakan, sehabis sahur jika memang ada waktu usahakan Anda tidur kembali dan jam istirahat siang gunakan untuk tidur.
"Kalau puasa di istirahat jam makan siang kan tidak mungkin makan dan minum, setelah beribadah ada baiknya tidur meski sebentar. Jika sudah tidak mengantuk, Anda akan menjadi lebih produktif dan berkonsentrasi saat berkendara.
Nah, buat Otolovers semua yang sering mengantuk saat berkendara di bulan puasa ini, tidak ada salahnya untuk mengikuti tips di atas. Selamat mencoba!
Halaman 2 dari 4












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?