Cara Pabrikan Mengukur Konsumsi BBM Mobil

Cara Pabrikan Mengukur Konsumsi BBM Mobil

- detikOto
Senin, 27 Des 2010 14:16 WIB
Cara Pabrikan Mengukur Konsumsi BBM Mobil
Detroit - BBM subsidi akan segera dibatasi, saatnya mencari mobil yang irit agar tak terlalu membebani kantong. Memilih mobil pun harus cermat karena kadang kita menemui angka konsumsi BBM yang diberikan pabrikan mobil tak sesuai dengan kenyataan yang kita temui di lapangan ketika kita mengendarai mobil sendiri.

Sebenarnya bagaimana sih cara pabrikan mengukur konsumsi BBM mobil-mobil mereka? Jika angka konsumsi BBM itu berbeda dengan kondisi nyata kenapa pabrikan tetap memberikan data konsumsi BBM yang di luar kewajaran?

Seperti dikutip autoevolution, Senin (27/12/2010), dalam menentukan angka konsumsi BBM, pabrikan mobil di AS biasanya menggunakan data hasil tes yang dilakukan oleh Badan Perlindungan Lingkungan atau EPA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum tes dimulai, mobil harus memenuhi beberapa persyaratan seperti misalnya sudah menempuh jarak beberapa kilometer. Ada kalanya efisiensi BBM meningkat 8 persen setelah mobil menempuh 3.000 km. Itu berarti mobil sudah mencapai kondisi optimum.

Laboratorium yang menggelar tes pun tentunya bukan laboratorium kacangan melainkan laboratorium canggih yang bisa menduplikasi kehidupan nyata di jalanan.

Biasanya tes untuk konsumsi BBM dilakukan di ruangan bersuhu antara 20-30 derajat celcius dengan dilengkapi bantalan berputar di bawah roda mobil agar mobil bisa melaju secepat mungkin.

Untuk mengukur konsumsi BBM di jalan kota dan luar kota pun berbeda. Untuk tes konsumsi BBM di perkotaan, para insinyur memulai tes ketika mesin mobil masih dingin. Mobil kemudian dihitung konsumsi BBMnya sambil berakselerasi cepat, idling, melaju dengan kecepatan tetap, seperti yang dilakukan pengendara mobil di perkotaan. Biasanya kecepatan saat tes dibatasi maksimal 50 km per jam, jadi rata-data kecepatan sekitar 19 km per jam.

Untuk pengujian di luar kota agak berbeda, karena pengetesan dimulai setelah mobil dites untuk kondisi dalam kota.

Kecepatan juga bisa lebih tinggi yakni mencapai 120 km/jam dengan kecepatan rata-rata 63 km/jam.

Tes lain yang melibatkan penggunaanΒ  climate control dan suhu yang lebih tinggi di atas 35 derajat Celsius juga dicoba, namun dengan kecepatan yang lebih rendah yakni 88,2 km/jam.

Jadi memang, kondisi ketika mobil dites dan kondisi nyata di jalanan pasti berbeda.

Yang perlu dicermati lagi, biasanya setiap mobil cenderung lebih boros 25 persen dibanding data resmi yang diumumkan oleh pabrikan. Beberapa mobil bahkan angka konsumsi BBM-nya jadi dua kali lipat.

Itu artinya harus kembali mengacu kepada kebiasaan pengemudi dalam mengendarai mobilnya.

Dengan menerapkan trik-trik mengendarai mobil dengan cara ecodriving (akan kami uraikan di artikel berikutnya) dan menahan kaki anda agar tidak menginjak pedal gas dalam-dalam tentunya akan memperbaiki angka konsumsi BBM Anda. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads