Penggunaan Pelek dan Ban Tepat Bisa Hemat BBM

Penggunaan Pelek dan Ban Tepat Bisa Hemat BBM

- detikOto
Jumat, 24 Sep 2010 07:11 WIB
Penggunaan Pelek dan Ban Tepat Bisa Hemat BBM
Jakarta - Selain urusan mesin mobil, sebuah mobil ternyata bisa menjadi mobil ramah lingkungan bila memperhatikan bahan dari pelek dan tekanan ban serta memperkecil hambatan yang mempengaruhi daya putar roda.

Dengan memperhatikan itu semua sebuah mobil niscaya akan mampu konsumsi bahan bakar yang efisien dengan emisi gas CO2 yang lebih sedikit.

Pendapat tersebut diperoleh oleh produsen truk Swedia, Volvo dan pembuat ban Michelin yang baru-baru ini melakukan uji coba skala besar mengenai keterkaitan antara kondisi kaki kendaraan dengan emisi gas buangnya.

Analisis dari hasil tes menunjukkan bahwa keselarasan di sektor kaki-kaki ini bisa ada membuat perbedaan dalam hal konsumsi bahan bakar hingga 14,5 persen.

Dan bila diurai lebih jauh, dari angka tadi pemilihan ban yang tepat dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sebanyak 11 persen. Selebihnya kondisi ban yang prima dapat membawa pengurangan satu persen dan keselarasan roda yang tepat dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sebesar 2,5 persen.

"Kita tahu bahwa penyelarasan roda, jenis ban dan tekanan ban semua memiliki dampak yang besar pada konsumsi bahan bakar," kata Arne-Helge Andreassen, area bisnis manager untuk ban dan keselarasan roda pada departemen Aftermarket Volvo Truk seperti detikOto kutip dari Autoevolution, Jumat (24/9/2010).

Tes sendiri dilakukan dengan menggunakan dua truk Volvo FH 4x2 yang masing-masing dilengkapi dengan mesin berkekuatan 500 hp dengan kapasitas 13 liter yang sudah memenuhi standar emisi Euro 5.

Kedua truk tersebut masing-masing mengangkut sebuah trailer van yang terisi penuh yang memiliki berat 40 ton. Setelah itu, kedua truk Volvo itu dijalankan dengan berbagai pilihan roda dan tekanan ban.

Dan untuk menyelesaikan penelitian ini, tim membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk menyelesaikan total jarak tempuhΒ  yang mencapai lebih dari 1.000 kilometer.

"Semua kondisi uji adalah realistis, tidak berlebihan. Kehidupan nyata sudah cukup buruk. Konsumsi diesel meningkat dengan drastis jika roda tidak sepenuhnya paralel. Dan ini berlaku untuk semua kendaraan," tegas Andreassen.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads