Mau tau apa penyebab pengendara motor mengalami kecelakaan? Saking fatalnya, pengendara pun sampai tidak bisa menjelaskan apa yang salah.
Nah, di bawah ini ada beberapa sekenario untuk menghindari maut, agar selamat dengan mempelajari kesalahan mereka seperti dilansir dari situs Yamaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yg salah? Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tersebut di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yang melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.
Cara menghindar kesalahan, jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas-jelas perpotongan jalur tersebut bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
Masuki tiap perpotongan jalur dengan sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu sen, tapi jangan menyimpulkan apa-apa.
Tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu-ragu siapkan yang terburuk.
Kedua di tikungan. Jujur saja, tewas di tikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yang pantas untuk itu. Untuk tetap hidup dalam kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dengan keterbatasan anda.
Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yang sudah lama tak membawa motor adalah yang terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yang mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.
Apa yang salah? Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal
memprediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan. Lalu berada di garis tikung yang tidak tepat hingga terlalu dekat dengan jalur arah lawan.
Gagal menikung dengan benar pasti membuat panik, ada yang menurunkan gas dan mengerem, hingga ketika keluar tikungan, motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dengan kendaraan dari depannya.
Cara menghindar kesalahan, rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan
hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda-tanda marka jalan kemana arah tikungan tersebut.
Masuki garis tikungan dengan penglihatan terbaik untuk melewatinya, dengan
menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
Jika tiba-tiba tikungan menyempit, baik karena keadaan jalan maupun ada
kendaraan lain, jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.
Ketiga, tabrakan ketika mendahului. Ini adalah kasus paling banyak ke tiga dalam kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yang melaju lebih lambat.
Apa yang salah? Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata di depan kendaraan tersebut ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya.
Karena salah perhitungan dan salah atur jarak, lalu keluar jalur masuki arah lawan dengan tak ada waktu dan jarak lagi untuk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dengan kendaraan dari arah lawan.
Cara menghindar kesalahan, kuncinya mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan enggak sabaran, terburu-buru atau agresif, posisikan diri anda dengan penglihatan terbaik ke arah jalan di depan, pastikan posisi gigi yang pas untuk menaikkan akselerasi.
Perhatikan jalan didepan dengan seksama, adakah hal-hal yang berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!
Lihat kaca spion dan area yang tak nampak di kaca spion, lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.
Keempat, berkendara secara berkelompok. Berkendara dengan teman-teman bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tidak termasuk dalam catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sebagai faktor penyumbang yang tidak bisa diabaikan.
Problem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan untuk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman-temannya. Berkendaralah dengan kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.
Apa yang salah? Misalnya 4 motor atau lebih berkendara kelompok, dengan 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tersebut sekaligus di belakang kendaraan lain.
Satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba-tiba satu motor di depan tersebut juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yang di belakang tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.
Cara menghindar kesalahan, kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhadap
teman kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yang banyak untuk mereka, jangan coba-coba menerka apa aksi dan manuver yang akan mereka lakukan.
Beri kejelasan terhadap teman kelompok berkendara di sekitar anda bila anda
ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda yg jelas.
Ketika mendahului, pertimbangkan pula teman kelompok berkendara yang dibelakang dengan memberi ruang gerak yang cukup. Jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dengan motor yang ada di depan.
Kelima, kecelakaan di putaran U (U-turn). Ada beberapa kecelakaan yang melibatkan kendaraan yang memutar di U-Turn dengan pengendara motor yang melaju dari arah lawan.
Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.
Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur
lawan dari kemungkinan berputar tiba-tiba, jangan mudah percaya pada lampu sen yang diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman.
Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yang padat merayap, kendaraan yang antre di depan biasanya bermanuver ke kanan mencari celah jalan didepannya.
Keenam, tabrakan belakang. Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya?
Karena terhitung 10 persen kecelakan bermotor dalam kondisi tersebut, pengendara motor biasanya banyak disalahkan daripada kecelakan jenis lain.
Perhatikan jalan di depan, jangan terganggu dengan "pemandangan" yang ada
di sekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yang menyala didepan atau tanda yang menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.
Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering-sering lah tes rem mendadak dan kuat di empat yang sepi dan beraspal bagus, untuk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti.
Terakhir, kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan.
Dari Error on Trial yang dilakukan didapat data sebagai berikut:
Mobil
- gagal melihat dengan semestinya 18%
- gagal memutuskan 10%
- kecerobohan 9%
- manuver yang buruk 8%
- kehilangan kendali 8%
Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dengan semestinya 14%
- gagal memutuskan 10%
- manuver yang buruk 10%
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi