Bagian kopling yang paling sering mengalami keausan adalah clutch disc. Karena piranti ini yang harus selalu menahan gerak putaran, sementara gigi transmisi difungsikan.
Bila bagian ini rusak maka mobil sama sekali tak bisa bergerak. Sementara kalau kerusakan pada bagian lain, umumnya hanya menyebabkan pedal kopling terasa bergetar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, jangan biarkan minyak kopling sampai batas minimum," ujar mekanik OtoRoda, Rudi Suryadi kepada detikOto, Sabtu (23/5/2009).
Mekanik dari bengkel OtoRoda yang terletak di jalan IR. H Juanda No. 84 Ciputat, Tangerang ini menyarankan agar jangan pernah membiarkan tandon "minyak kopling" berkurang sedikit pun, walaupun teorinya terdapat batas minimun untuk level minyak yang boleh tersedia.
Selain itu, Rudi menyarankan agar penggantian minyak kopling setiap 20.000 km.
"Ada baiknya segera ganti minyak sebelum melampaui batas angka tersebut," tegasnya.
Lanjut Rudi, setiap pengemudi pernah mengalami menginjak kopling terlalu lama. Hal ini menurutnya tidak perlu dilakukan, karena menghindari gesekan pelat kopling dengan tutup kopling dan roda penerus secara berlebihan.
Sebab, bila dibiarkan dalam kondisi demikian maka pelat kopling akan terus mengalami panas sehingga kemungkinan aus lebih cepat.
"Jangan terlalu lama menginjak kopling agar pelat kopling tidak aus," ujarnya.
Namun, bagaimana dengan kondisi jalan tanjakan yang membutuhkan "setengah kopling". Dalam kasus ini Rudi hanya menyarankan agar memakai rem tangan saja. "Kalau kondisi jalan menanjak, cukup pakai rem tangan saja," cetusnya.
Kemudian, segeralah cuci bagian bawah mobil yang terkena air atau lumpur. Bila tidak, maka proses korosi pun bisa menimbulkan gangguan fungsi kopling.
"Segeralah cuci bagian bawah mobil apabila habis terkena air hujan dan lumpur," tukasnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?