Kapan Van Belt Motor Matic Harus Diganti?

Kapan Van Belt Motor Matic Harus Diganti?

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 27 Okt 2026 08:40 WIB
Ilustrasi van belt motor matic
Ilustrasi van belt motor matic. Foto: Dok. Wahana Honda
Jakarta -

Van belt atau v-belt merupakan salah satu part penting pada motor matic. Komponen berbentuk sabuk karet ini berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang lewat sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Kapan waktu tepat mengganti komponen ini?

Posisi van belt tertutup di dalam rumah CVT, maka kondisinya kerap kerap luput dari perhatian. Padahal, pemakaian terus-menerus bisa menyebabkan komponen mengalami keausan. Jika tidak terdeteksi, kerusakan berisiko bikin motor kehilangan kemampuan meneruskan tenaga ke roda belakang.

Main dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengimbau konsumen untuk mengenali gejala gangguan CVT serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan saat mendeteksi potensi masalah pada CVT:

1. Muncul Suara Decitan dan Getaran Tidak Normal

Suara decitan dari area CVT, terutama ketika motor mulai bergerak, perlu diwaspadai. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan kondisi van belt atau drive belt atau komponen transmisi lainnya. Getaran berlebih saat akselerasi awal juga bisa menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jika tarikan terasa berbeda dari biasanya, pengendara sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya. Pemeriksaan oleh mekanik diperlukan buat memastikan sumber masalah dan menentukan penanganan yang tepat.

2. Periksa Kondisi dan Usia Pakai V-Belt

Kondisi fisik drive belt tidak dapat diperiksa secara menyeluruh dari luar lantaran komponen ini berada di dalam rumah CVT. Mekanik perlu membuka penutup transmisi untuk memeriksa keausan, retakan, serta kerusakan pada bagian bergerigi.

Pemeriksaan CVT perlu dilakukan mengikuti jadwal perawatan pada buku manual. Pada interval tertentu termasuk setiap kelipatan 8.000 km untuk pemeriksaan sesuai jadwal model terkait, mekanik dapat mengevaluasi kondisi komponen sekaligus membersihkan ruang CVT. Penggantian drive belt juga harus mengikuti rekomendasi untuk masing-masing tipe motor, bukan hanya berdasar jarak tempuh.

Usia pakai van belt sendiri berkisar 20.000 hingga 24.000 km. Tetapi jika motor terus dipakai setiap hari dan sering melalui medan berat atau membawa beban berat, van belt bisa lebih cepat aus dari perkiraan pabrikan.

3. Gunakan Suku Cadang Orisinal Sesuai Spesifikasi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan drive belt perlu diganti, konsumen disarankan menggunakan komponen asli yang sesuai dengan spesifikasi motornya. Kesesuaian ukuran dan karakteristik komponen membantu menjaga kinerja transmisi serta mendukung keandalan kendaraan.

Selain mengganti drive belt, mekanik juga perlu memeriksa komponen CVT lainnya untuk memastikan tidak ada bagian yang mengalami keausan atau kerusakan. Penanganan yang tepat membantu menjaga penyaluran tenaga tetap optimal dan mengurangi risiko gangguan saat berkendara.

"Pengendara perlu memperhatikan perubahan suara dan respons motor saat digunakan. Kalau muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan serius," ujar Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.



(lua/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads