Perawatan Motor setelah Digunakan Mudik Lebaran

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 11 Mei 2022 20:59 WIB
Perawatan motor setelah digunakan untuk mudik lebaran
Foto: Dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Perawatan motor setelah digunakan untuk mudik lebaran.
Jakarta -

Momen libur lebaran 2022 telah berakhir. Bagi yang menggunakan motor untuk mudik lebaran atau touring jarak jauh ke destinasi wisata, tentunya perlu memperhatikan kondisi motor sebelum digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

Selama digunakan untuk berpergian jarak jauh, motor melewati beragam kondisi jalan dan kemacetan panjang. Dan ada kemungkinan motor yang ingin dipakai saat ini tidak lagi dalam kondisi yang prima. Itu sebabnya pengecekan dan perawatan perlu untuk mengoptimalkan kembali performa motor.

"Momen libur lebaran tahun ini memang cukup spesial. Kondisi pandemi yang berangsur membaik membuat antusiasme masyarakat dalam bermobilitas menjadi sangat tinggi. Bagi mereka yang menggunakan motor selama libur lebaran dan menempuh perjalanan cukup jauh sehingga membuat kendaraan bekerja lebih ekstra, dirasa perlu untuk melakukan pengecekan juga perawatan yang tepat terhadap kendaraan sebelum kembali memulai rutinitas harian. Karena kondisi sepeda motor yang prima, merupakan salah satu faktor penunjang keselamatan dan kelancaran dalam berkendara," terang Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM), Antonius Widiantoro.

Berikut adalah tips perawatan dan pengecekan sepeda motor selepas menempuh perjalanan libur lebaran:

1. Membersihkan Motor

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh pengendara selepas menempuh pejalanan jarak jauh tentunya adalah membersihkan kendaraan dari kotoran yang menempel, seperti debu, tanah dan juga minyak. Karena kotoran tersebut, berpotensi menghambat kinerja komponen kendaraan atau bahkan membuatnya rusak seperti berkarat.

2. Cek Oli Mesin dan Transmisi

Salah satu bagian penting dari sepeda motor yang perlu dilakukan pengecekan setelah melakukan perjalanan jarak jauh adalah oli mesin. Baik itu volume, kekentalan, maupun warna dari cairan oli itu sendiri. Oli mesin yang masih layak pakai biasanya memiliki tekstur cairan yang masih kental dan berwarna bening dan volumenya tidak berkurang sesuai standar yang ditentukan oleh pabrikan. Idealnya penggantian oli dilakukan setiap 3.000 kilometer atau per 3 bulan.

Adapun cara melakukan pengecekan kualitas oli mesin dapat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan stik yang menyatu pada tutup oli pada mesin motor, atau jika pengendara menggunakan motor Yamaha yang sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas, dapat lebih praktis lagi karena pengecekannya bisa dilakukan via aplikasi Y-Connect.

Sementara itu untuk motor berjenis matic, pengendara juga harus melakukan pengecekan tambahan pada oli trasnmisi dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran di seal karet yang membuat volumenya berkurang. Selama pemakaian wajar dan normal, biasanya pemilik motor matic disarankan untuk mengganti oli transmisi setiap 10.000 kilometer atau per 10 bulan.

3. Cek Aki atau Battery

Komponen lain yang perlu dilakukan pengecekan adalah aki atau battery untuk memastikan kondisinya tidak lemah atau soak sehingga fungsi kelistrikan motor bekerja dengan baik, termasuk fungsi starter engine untuk menghidupkan mesin. Pengecekan aki dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti meraba permukaan bodi aki dan memastikan tidak menggembung yang mengindikasikan bahwa kondisi aki sudah mulai rusak. Gunakan juga voltmeter untuk memantau voltase aki motor yang pada kondisi normal berada di kisaran angka 12,4 volt.

Jika ingin lebih praktis, pengecekan voltase aki juga dapat dilakukan dengan melihat indikator voltase aki yang tertera di speedometer (layar MID), atau melalui aplikasi Y-Connect khusus pada motor Yamaha yang sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas.

4. Cek Filter Udara

Komponen filter udara juga dinilai perlu untuk dilakukan pengecekan setelah berkendara jauh. Soalnya jika filter udara kotor dan tidak segera dibersihkan, maka tarikan motor akan terasa berat dan dalam kasus yang lebih parah bisa membuat mesin motor menjadi tersendat. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang menjadi tidak efisien.

Cara melakukan pengecekan filter udara cukup mudah, pemilik kendaraan hanya perlu membuka box filter udara dengan bermodalkan obeng. Biasanya, penggantian filter udara dilakukan setiap 15.000 kilometer atau per 15 bulan.

5. Cek Kampas Rem

Libur lebaran identik dengan perjalanan jauh yang disertai dengan kondisi lalu lintas yang padat bahkan cenderung macet sehingga kondisi berkendara lebih sering bersifat stop and go. Ini tentunya membuat kinerja rem lebih banyak terpakai yang berimbas pada menipisnya kampas rem depan maupun belakang. Indikasi kampas rem yang sudah mulai menipis dan perlu diganti ditandai dengan beberapa hal seperti suara berdecit saat mengerem, tuas rem jadi lebih dalam dan volume minyak rem yang berkurang.

6. Cek Kinerja Suspensi

Pasca perjalanan jauh yang melewati berbagai kondisi medan, termasuk jalanan jelek berlubang, berbatu, dan bergelombang, sangat mungkin membuat kinerja suspensi motor menjadi tidak lagi optimal. Oleh sebab itu, penting untuk turut mengecek kondisi suspensi pada motor. Salah satu pengecekan yang dapat dilakukan adalah dengan menekan suspensi dan melihat reaksinya.

Jika suspensi cepat merenggang ke posisi semula dan terasa keras ketika motor melewati jalan berlubang ataupun bergelombang besar, kemungkinan volume oli suspensi pada tabung telah berkurang akibat adanya kebocoran di karet seal. Jika sudah demikian, segera bawa sepeda motor anda ke bengkel terdekat untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

7. Cek Kondisi Ban

Ban juga menjadi salah satu komponen penting pada motor yang harus dicek pasca melakukan perjalanan libur lebaran, mengingat fungsinya yang begitu vital dalam menopang beban motor dan menjaga traksi kendaraan ke permukaan jalan. Hal yang perlu dicek dari ban motor adalah kondisi fisik, di mana tidak adanya sobek, lubang, maupun tidak aus atau botak.

Terkait dengan kausan ban, salah satu cara pengecekannya bisa dengan melihat Trade Wheel Indicator (TWI) yang berbentuk tanda panah. Jika permukaan ban sudah menyentuh tanda panah tersebut, artinya karet ban sudah menipis dan perlu diganti. Selain itu, perhatikan pula tekanan anginnya apakah sudah sesuai dengan standar yang disarankan oleh pabrikan. Sehingga tidak terlalu keras dan kempes yang tentunya mempengaruhi performa motor dan kenyamanan saat berkendara.

Terakhir, ketika melakukan pengecekan ban pengendara juga dapat sekalian memantau kondisi baut pengikat mesin dan kaki-kaki motor guna memastikan semuanya dalam kondisi kencang. Karena vibrasi yang timbul pada saat berkendara jauh dan melewati jalanan rusak dapat berpotensi membuat baut-baut pada sepeda motor menjadi kendor.

(lua/lth)