Kenapa Helm Motor Trail Punya Moncong Panjang dan Ada Topinya?

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 01 Okt 2021 15:59 WIB
Jakarta -

Helm motor trail memiliki desain yang berbeda dengan helm jenis half face atau full face. Helm untuk motor trail memiliki moncong atau chin yang cukup panjang. Selain itu, juga memiliki topi di atasnya. Apa ya alasan helm motor trail di desain seperti itu?

Menurut Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Johanes Lucky, helm motor trail didesain seperti itu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di trek off-road atau lintasan tanah.

"Helm motor punya topi itu karena off-road, kadang ada kerikil, lumpur, tanah yang terbang. Topi itu bisa melindungi, jadi pet-nya memang dibikin lebih panjang dibanding helm model biasa," kata Lucky kepada wartawan di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang, Bekasi (30/9).

Kemudian bagian chin atau moncong dibuat lebih panjang agar pengendara motor trail bisa mendapat sirkulasi udara lebih baik. Sebab dengan moncong yang lebih panjang, maka penggunanya akan mendapatkan ruang bernafas lebih baik.

Selain untuk memberi kenyamanan lebih bagi pengguna motor trail di lintasan off-road. Moncong helm yang lebih panjang itu juga bisa berfungsi untuk melindungi bagian gigi dan rahang pengendara ketika terjadi benturan.

Keunikan lain yang ada di helm motor trail adalah tidak adanya kaca atau visor yang terintegrasi dengan helm. Helm motor trail biasanya dikombiasikan dengan kaca mata atau goggle.

Lantas bagaimanakah kalau helm motor trail digunakan untuk kendaraan harian?

"Kalau untuk penggunaan harian, di jalan on-road. Ya enak pakai helm model biasa ya. Soalnya kalau pakai helm motor trail untuk harian agak ribet, kan pakainya dua kali, pakai helm dan pakai goggle. Kalau helm biasa kan lebih praktis," ujar Lucky.

"Kemudian dari sisi visibilitas. Kalau posisi sama-sama lurus ke depan, karena moncong (helm trail) lebih panjang, ya visibilitas ke depan akan terbatas," bilang Lucky.

(lua/din)