Jangan Salah Pilih, Ini 5 Keunggulan Ban Diisi Nitrogen Dibanding Angin Biasa

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 13 Mar 2021 16:51 WIB
Japi seorang penambal ban
Ban diisi nitrogen lebih baik dibanding jika diisi angin biasa (Ari Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Ban merupakan salah satu komponen berkendara yang sangat krusial. Ban yang baik dan aman tak semata soal kualitas dan kondisi, tapi juga tentang tekanan angin dan jenis udara yang dipepatkan ke dalamnya. Ban nitrogen dengan ban angin biasa apa bedanya?

Tekanan angin ban sangat penting untuk diperhatikan setiap pengendara motor dan mobil karena akan memengaruhi laju kendaraan saat dipacu. Ini akan sangat penting saat kita berbicara tentang keselamatan berkendara.

Saat ini terdapat dua pilihan yang biasa digunakan dalam pengisian ban, yakni angin biasa dan nitrogen. Untuk mengisi angin biasa dan nitrogen dapat dijumpai pada beberapa bengkel pinggir jalan hingga sejumlah SPBU.

Sejumlah masyarakat berpendapat jika mengisi ban dengan nitrogen lebih bagus daripada menggunakan angin biasa, hal tersebut benar adanya.

Namun tahukah Anda apa yang membedakan mengisi ban dengan angin biasa dan nitrogen? Mengutip dari laman Suzuki berikut sejumlah perbedaannya.

1. Nitrogen memiliki struktur yang lebih bagus dibandingkan angin biasa karena tidak mudah keluar dari karet ban. Tidak seperti gas oksigen yang mudah keluar dari ban walaupun prosesnya sedikit demi sedikit.

2. Nitrogen merupakan gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Berbeda dengan angin biasa, kandungan gasnya masih terdapat air.

3. Saat mengisi ban dengan angin biasa, pergerakan kendaraan akan terasa lebih berat akibat adanya proses pemuaian di dalam ban. Sementara jika diisi dengan angin nitrogen ban jadi lebih ringan dan akselerasi jadi mudah.

4. Perbedaan lainnya adalah molekul dalam nitrogen tidak mudah menguap karena panas, sehingga ban kendaraan tidak mudah kempes. Berbeda dengan oksigen yang memiliki pori-pori lebih kecil daripada pori karet pada ban, sehingga jika dibiarkan saja selama seminggu oksigen akan keluar perlahan.

5. Salah satu hal yang membedakan lainnya adalah temperatur suhu pada ban. Saat ban diisi dengan nitrogen lalu kemudian dipacu dalam kecepatan tinggi, temperatur ban tidak naik melonjak terlalu tinggi. Ban akan tetap dingin dengan suhu yang aman, sehingga ban jadi lebih awet.

Apabila ban dalam suhu temperatur yang panas, hal ini menyebabkan lapisan karet menjadi empuk. Menyebabkan ban lebih cepat tergesek dan lapisan di dalam bisa terpisah. Faktor inilah yang menjadikan ban jadi lebih cepat rusak.

Bagi Anda yang baru akan mengisi ban kendaraan dengan nitrogen, sangat disarankan untuk menguras angin biasa di dalam ban sebelum mulai mengisinya dengan nitrogen.



Simak Video "Es Krim Coklat Enak Nikmat Berasap, Kuliner Dingin Bandung "
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)