4 Alasan Pemotor Jangan Pakai Jas Hujan Model Ponco

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 03 Des 2020 07:45 WIB
Jakarta diguyur hujan deras jelang malam tahun baru 2020, Selasa (31/12). Hujan turun disertai petir.
Berisiko bahaya, jas hujan ponco sebaiknya tidak digunakan pemotor. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Jakarta dan sekitarnya sedari pagi ini sudah diguyur hujan. Pengendara terutama pengguna sepeda motor diminta tetap berhati-hati di jalan raya. Perlengkapan berkendara saat hujan tetap harus digunakan. Saat hujan, perlengkapan berkendara bisa ditambahkan dengan jas hujan.

Saat ini ada berbagai jenis jas hujan yang dijual di pasaran. Namun, pengendara motor disarankan agar menggunakan jas hujan jenis setelan jaket dan celana. Jas hujan jenis ponco tidak disarankan digunakan saat berkendara di tengah hujan.

"Jas hujan ponco (raincoat) itu sangat berbahaya sekali, bahkan di dunia saja jas hujan ini tidak disarankan untuk digunakan," ucap Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu beberapa waktu lalu.

Mengutip laman Wahana Honda, jas hujan model ponco bisa berisiko menimbulkan kecelakaan. Ada empat alasan mengapa jas hujan model ponco sebaiknya tidak digunakan.

1. Bisa Tersangkut ke Roda Motor

Jas hujan model ponco memiliki ukuran dan desain yang lebar. Dengan bentuknya yang lebar, jas hujan jenis ini bisa saja terselip ke roda motor. Tak sedikit kecelakaan akibat jas hujan ponco yang tersangkut di roda, gear, atau rantai.

Penjual jas hujan menjajakan dagangannya di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2015). Memasuki musim hujan yang akan melanda Jakarta, para pedagang musiman jas hujan mulai bertebaran. Jas hujan yang mereka jual pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu Rupiah hingga Ratusan Ribu Rupiah. Grandyos Zafna/detikcomJas hujan. Foto: Grandyos Zafna

2. Bikin Pengendara Tambah Basah

Jas hujan ponco memang memiliki ukuran lebih lebar. Tapi bukan berarti itu lebih baik menghalau air hujan. Soalnya, jas hujan ponco masih terbuka karena sisi kanan dan kirinya masih memungkinkan air hujan masuk. Terlebih, jas hujan ponco biasanya tidak menutup sampai kaki sehingga celana pemotor bisa tetap basah.

3. Mengganggu Keseimbangan

Lagi-lagi karena bentuknya yang lebar, jas hujan ponco tidak disarankan digunakan pemotor. Ketika dipakai untuk berkendara motor ditambah terpaan angin dari depan, jas hujan ponco malah bisa mengganggu keseimbangan pemotor. Mengingat celah yang banyak pada jas hujan ponco, angin dengan mudah masuk dan mengganggu keseimbangan pemotor.

4. Mengurangi kemampuan pengendara

Jas hujan jenis ponco juga bisa mengurangi kemampuan pengendara. Misalnya, bagian depan jas hujan ponco yang menampung air hujan karena tidak langsung jatuh, ini bisa mengurangi konsentrasi berkendara. Anda bisa saja disibukkan untuk menyingkirkan air yang tertampung di lekukan jas hujan ponco itu, sehingga konsentrasi berkendara bisa terganggu.

Hujan mengguyur kawasan Jakarta di awal bulan November. Para pengguna jalan pun tampak siap sedia jas hujan agar tetap dapat beraktivitas di kala hujan.Pemotor disarankan menggunakan jas hujan setelan jaket-celana. Foto: Dedy Istanto/Detikcom

Karenanya, pengguna sepeda motor saat hujan-hujanan disarankan tetap menggunakan jas hujan model setelan. Sebab, jas hujan setelan jaket-celana tidak menghambat pergerakan tangan, kaki, kepala dan anggota tubuh lainnya saat berkendara.

Disarankan juga menggunakan jas hujan dengan warna terang atau memiliki bahan yang bisa memantulkan cahaya di bagian belakang. Ini bisa membantu visibilitas pengendara lain di sekitar kita.



Simak Video "Sejumlah Wilayah di DKI Diguyur Hujan hingga Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)