Senin, 15 Jun 2020 09:10 WIB

Waspada Terjerat Benang Layang-layang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sejumlah anak bermain layang-layang di Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Mereka bermain layang-layang setiap sore hari. Pemotor wajib waspada terjerat benang layang-layang. Foto: Rico Bagus
Jakarta -

Akhir-akhir ini saat sore hari ramai anak-anak bermain layang-layang di beberapa daerah. Benang layang-layang yang cukup tajam bisa membuat pengendara khususnya pengguna sepeda motor terjerat hingga menjadi korban kecelakaan.

Peristiwa itu bahkan menewaskan seorang warga Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, yang mengendarai sepeda motor di kawasan Mojosongo, Jebres, Solo. Korban tersebut tewas setelah lehernya terjerat senar layang-layang di jalan.

"Korban melintas di Jalan Tangkuban Parahu dari utara. Kebetulan di sisi kiri ada orang yang bermain layang-layang yang senarnya melintang di jalan, mungkin korban tidak melihat karena tipis," kata Kasat Lantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi.

Instruktur keselamatan berkendara yang juga founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan peristiwa serupa sudah sering kali terjadi. Bahkan, peristiwa itu sudah terjadi sejak lama.

"Ini merupakan hal yang umum yang sudah terjadi sejak saya masih kecil, tahun '68 juga sudah sering terjadi, waktu itu sepeda. Dan semakin sering kejadian-kejadian seperti ini kalau sudah memasuki musim panas atau musim panen di Jawa di mana orang melakukan aktivitas main layang-layang," buka Jusri saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Menurut Jusri, biasanya anak-anak bermain layang-layang di tanah lapang. Dan kebetulan pula, tanah lapang itu berada di sekitar jalan raya yang cukup banyak aktivitas pengendara.

"Kejadian ini bahkan pernah terjadi tahun 2010 pada salah satu trainer kami. Itu dia sampai berusaha bertahan itu sampai dia keluar badan jalan sampai ke sawah, dan hampir kena lehernya. Untung dia pakai jaket, dan menutup. Jadi dia pakai gear (perlengkapan berkendara) yang komplet, helm, jaket, dengan jaketnya menutup lehernya. Bayangkan kalau (lehernya) nggak ditutup, kena tuh. Intinya kondisi-kondisi seperti ini udah nyaris dan orang menganggap udah biasa," kata Jusri.

Untuk itu, kepada pengendara sepeda motor yang sering melintas di area yang banyak anak-anak bermain layang-layang, disarankan untuk selalu waspada. Pemotor juga diminta untuk mengenakan perlengkapan berkendara yang aman, paling tidak pakai helm yang menutup wajah dengan kacanya, jaket yang sampai menutup leher atau pakai balaclava/buff yang menutupi leher.



Simak Video "Festival Layang-layang, Bintan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com