Selasa, 17 Sep 2019 07:08 WIB

Hati-Hati Naik Motor di Tengah Kabut Asap, Ini Tipsnya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Antara Foto Foto: Antara Foto
Jakarta - Beberapa wilayah di Indonesia dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap karena karhutla ini cukup berbahaya, apalagi untuk pengendara yang masih beraktivitas di jalan raya.

Jika kabut asap terlalu tebal sebaiknya pengendara menunda aktivitasnya. Selain membahayakan kesehatan, kabut asap juga membuat pandangan saat berkendara terganggu.

Namun, tak jarang warga yang tetap beraktivitas sambil berkendara. Untuk itu, ada beberapa tips untuk pemotor yang masih tetap berkendara di tengah kabut asap seperti dikutip dari laman Motoress.



Sebelum berangkat, sebaiknya pengendara melakukan rencana perjalanan. Gunakan safety gear lengkap seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Kenakan juga masker.

Disarankan untuk menggunakan jaket atau tambahan rompi visibilitas tinggi yang reflektif. Nyalakan selalu lampu utama sepeda motor.

Selanjutnya, fokus saat berkendara. Perlambat kecepatan kendaraan karena visibilitas rendah. Jika dirasa terlalu cepat, perlambat kecepatan secara bertahap. Dengan kecepatan rendah saat visibilitas kurang, Anda lebih banyak memiliki waktu untuk bereaksi.

Tetap tenang, sabar, dan santai. Gerakan yang tiba-tiba dan panik akan membebani pengendara. Hindari pindah lajur tiba-tiba.



Saat berkendara, perhatikan juga marka jalan untuk membantu memandu Anda tetap di dalam lajur. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Karena saat visibilitas rendah Anda akan membutuhkan jarak ekstra untuk mengerem dengan aman. Hindari juga pengereman mendadak.

Sementara itu, instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, pemotor yang masih ingin berkendara di tengah kabut asap disarankan untuk membawa oksigen portable dan masker.



"Dua alat bantu, oksigen dan masker wajib dibawa. Terutama bagi orang yang sangat sensitif terhadap asap. Supaya saat pengendara motor itu mengalami kondisi sesak nafas karena kabut asap yang turun mendadak, bisa dilakukan pertolongan pertama untuk membantu pernafasan," lanjut Jusri.

Sementara untuk kendaraannya sendiri, wajib nyalakan lampu utama, baik untuk memberi penerangan cukup atau sebagai isyarat kepada pengguna jalan dari lawan arah. Biasakan juga membunyikan klakson saat kabut cuaca dirasa makin tebal.

Simak Video "Status Darurat Pencemaran Udara di Riau Resmi Dicabut"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com