Kamis, 01 Agu 2019 14:53 WIB

Tips Biar Nggak Tertipu dengan Helm Rossi Palsu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Helm Rossi Foto: Pool (motoridersuniverse) Helm Rossi Foto: Pool (motoridersuniverse)
Jakarta - Di Inggris sedang ramai ditemukan helm branded palsu. Helm merek Arai dan AGV di negeri itu ditemukan versi palsunya. Parahnya, helm palsu itu saat diuji hasilnya sangat mengecewakan. Helm pecah sampai terbelah sehingga disebut tak bisa melindungi kepala pengendara dengan baik.

Helm palsu di Inggris dicurigai datang dari Indonesia. Helm palsu dengan merek yang sama seperti helm Valentino Rossi dan Maverick Vinales (AGV dan Arai) itu diuji kekuatannya. Disimulasikan helm itu terbentur pada kecepatan 30 mil/jam atau 48 km/jam. Kedua helm palsu itu gagal melalui tes laboratorium, batok helm terpecah dengan visor dan bagian eksternal lainnya terlepas. Bisa dibayangkan jika pemotor mengalami kecelakaan dan kepalanya tidak terlindungi dengan baik.

Laman MCN yang merilis investigasi helm palsu memberikan tips agar konsumen tidak salah membeli helm. Cara yang paling efektif untuk menghindari membeli helm palsu adalah dengan membeli perlengkapan berkendara di toko resmi atau tempat-tempat ternama yang telah direkomendasikan.



"Jika sudah terlanjur membeli helm dan curiga itu palsu, bisa kirim foto helm Anda ke importir atau distributor yang relevan, dan mintalah saran mereka," tulis MCN.

Ahmad dari komunitas Belajar Helm juga memberikan saran agar konsumen tak tertipu helm palsu. Saran Ahmad yang paling penting adalah sebelum membeli helm konsumen perlu meriset terlebih dahulu.

"Baiknya searching dulu produk-produk Arai, AGV, apa aja dan seperti apa yang dijual. Cek di situs resminya dan bandingkan," kata Ahmad kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (1/8/2019).

Ahmad mengatakan, sebaiknya konsumen tak cuma melihat label merek helm yang tertempel di batok helm. "Jangan cuma lihat oh helm merek Arai, ternyata pas dibeli bahannya plastik biasa, pas dipakai gampang pecah," katanya.



Selanjutnya, helm AGV dan Arai palsu yang terdeteksi di Inggris, kata Ahmad, sangat terlihat jelas bentuknya berbeda dengan helm aslinya. Misalnya helm AGV palsu yang batoknya pecah tersebut, menurut Ahmad bentuknya berbeda dengan helm-helm AGV asli yang dijual di pasaran seperti AGV K3, AGV K3SV, AGV Corsa maupun AGV Pista.

"Mereka (helm AGV palsu) ada vent di tengah, sedangkan AGV (asli) tidak pernah ngeluarin yang kayak gitu. Jadi bandingkan secara fisik dulu," ujar Ahmad.

Kemudian perhatikan corak atau desain helm yang akan dibeli. Menurut Ahmad, helm Arai palsu yang di Inggris sana memiliki desain atau corak decal yang tidak sesuai dengan yang dikeluarkan Arai. Meski, memang helm AGV palsu yang diuji dan pecah itu memiliki corak yang mirip dengan AGV asli seperti desain helm yang pernah digunakan Valentino Rossi.

General Manager PT Prakarsa Abadi Sentosa (distributor resmi helm merek Nolan di Indonesia), Avant Tjen, menambahkan helm branded yang resmi dijual di Indonesia biasanya sudah berstandar SNI. Bisa dilihat di helm-helm itu terdapat logo SNI.

"Lalu di packing Nolan tertera barcode dan kode negara pengimpor. Kemudian dari bahan/material shell dan busa biasanya terlihat kualitasnya," kata Avant kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (1/8/2019). Dia menambahkan helm Nolan tak ada yang palsu.



Kata Avant, dari segi harga, helm palsu dengan helm asli juga berbeda. Biasanya, helm palsu dibanderol jauh lebih murah dibandingkan helm asli.

Ahmad menimpali bahwa helm palsu memang menjadi solusi untuk mereka yang ingin mencari helm lebih murah. "Bisa setengah harga dari helm aslinya," kata Ahmad.

Namun sayangnya, helm palsu berbanderol murah itu tidak sebanding dengan kualitasnya. Lebih-lebih, saat kecelakaan helm itu malah tidak melindungi kepala pengendara dengan baik.

"Ada helm branded palsu di Indonesia, itu benar-benar ringkih. Jadi jatuh nggak sengaja, dia ditaruh di motor, kesenggol, jatuh, pecah sampai terbelah dua," ujar Ahmad. Bisa dibayangkan kalau helm itu terbentur aspal saat digunakan oleh pengendara, bisa-bisa kepala pengendara tidak terlindungi dengan sempurna.

Simak Video "Mas Nadiem, Guru Ini Pakai Helm Takut Gedungnya Ambruk"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com