Sabtu, 01 Jun 2019 10:53 WIB

Terpaksa Mudik Pakai Motor, Istri dan Anak Sebaiknya Naik Angkutan Umum

Luthfi Anshori - detikOto
Mudik Naik Motor Foto: Rengga Sancaya Mudik Naik Motor Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Meski dilarang pemerintah, masih banyak pemudik yang tetap bersikukuh memakai motor untuk menuju kampung halaman. Tak jarang, mereka juga membawa ikut serta istri dan anaknya, berikut barang bawaan.

Menurut instruktur safety riding dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, membawa serta istri dan anak menggunakan motor saat mudik, adalah cara yang tidak direkomendasikan.



"Sebab bisa dikatakan, motor adalah kendaraan yang paling rentan kecelakaan. Maka kita gunakan logika yang terbaik. Kalau gampang sekali terlibat kecelakaan, harusnya satu motor dikendarai sendiri saja," kata Jusri, kepada detikcom.

Jusru merekomendasikan supaya istri dan anak diangkut memakai moda transportasi lain yang lebih aman seperti bus umum atau kereta api.

Hal senada juga diungkapkan Head of Safety Riding Promotion Wahana Honda, Agus Sani.



"Saran saya, satu motor maksimal 2 orang. Pengendara dan pembonceng. Misalnya ada anak kecil nih harus dibawa, usahakan anak dan istrinya naik kendaraan umum. Jadi cuma bapaknya aja yang naik motor," kata Sani, kepada detikcom.

Seandainya sangat terpaksa ketiganya naik motor, menurut Sani sebaiknya si anak dipastikan ditaruh di posisi yang aman. Jangan di depan.

"Karena di depan itu, anak akan melawan arah angin dan itu berbahaya. Jadi lebih baik taruh di tengah. Dan juga pastikan si anak dalam posisi yang nyaman," pungkas Sani. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed