Selasa, 07 Mei 2019 13:56 WIB

Wahai Para Bikers, Jangan Ngoyo Kejar Momen Buka Puasa di Rumah

Luthfi Anshori - detikOto
Macet di Jakarta saat sore hari menjelang buka puasa. Foto: Rifkianto Nugroho Macet di Jakarta saat sore hari menjelang buka puasa. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Di bulan Ramadhan, para pekerja di kota besar seperti Jakarta biasanya akan memilih jam pulang lebih awal. Selain karena aturan perusahaan yang membolehkan, pulang kerja lebih awal juga untuk mengejar momen buka puasa bersama di rumah.

Karena jam pulang kerja bergeser lebih awal, sudah tentu akan menimbulkan kemacetan parah di jalan-jalan utama. Hal ini biasa terjadi mulai jam 4 sore ke atas. Namun jika tidak terpaksa pulang lebih awal, sebenarnya para pekerja yang membawa motor punya opsi lain.



"Dalam menyikapi traffic lalu lintas yang tinggi menjelang buka puasa, maka banyak pilihan yang bisa dilakukan," ujar instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, kepada detikcom, Selasa (7/5/2019).

Pilihan pertama adalah menunda pulang dan berbuka puasa di kantor. "Ini harus dilakukan kalau memang tidak ada opsi jalur memutar atau jalur alternatif yang lebih sepi untuk jalan pulang. Pilihannya bisa menunda kepulangan, dengan berbuka puasa di kantor atau di tempat-tempat tertentu untuk menghindari kemacetan," terang Jusri.

Menurut Jusri, memaksakan pulang di jam-jam rawan macet tidak hanya bisa menimbulkan keterlambatan, tapi juga akan menimbulkan peluang kecelakaan lebih besar. Sebab, kondisi psikologis pengendara sedang tidak baik.



"Karena situasinya akan sangat emosional, semua orang dalam keadaan terburu-buru, dan dalam keadaan stres. Belum lagi semua pengendara pasti berada dalam keadaan lemah, baik secara stamina, maupun persepsi mereka dalam menyikapi hal-hal secara logic. Jadi sangat rentan sekali terjadi konflik verbal bahkan kobflik fisik antar-pengendara," wanti Jusri.

Jika memang harus pulang lebih awal, maka pengendara bisa memilih jalur alternatif dengan kondisi lalu lintas yang tidak terlalu macet seperti di jalur-jalur utama.

"Jangan lupa, selalu siapkan bekal untuk berbuka puasa di jalan. Minimal ada air mineral dan kurma untuk membatalkan puasa. Jadi kita juga nggak terburu-buru megejar buka puasa di rumah. Dan habis buka puasa, bisa langsung melanjutkan perjalanan, karena habis waktu berbuka biasanya kondisi jalan utama malah sepi," pungkasnya. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed