Selasa, 07 Mei 2019 08:53 WIB

Bolehkah Ruang Mesin Disemprot Kompresor saat Ganti Oli Motor?

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi ganti oli motor. Foto: Khairul Imam Ghozali Ilustrasi ganti oli motor. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Mengganti oli mesin jadi perawatan rutin yang harus dilakukan setiap pemilik kendaraan. Jika mengacu pada jarak tempuh, oli mesin harus diganti setiap interval 3.000-4.000 km. Jika detikers mengganti oli mesin di bengkel umum, pasti pernah melihat ruang mesin disemprot angin bertekanan dari mesin kompresor.

Tujuannya memang baik, mekanik ingin memastikan agar seluruh sisa oli di bak karter kopling keluar semua, termasuk kerak dan kotorannya. Dengan begitu, oli yang masuk ke mesin benar-benar baru dan steril.


Tapi tepatkah cara tersebut? Ternyata menyemprotkan angin kompresor saat mengganti oli bukanlah hal yang dianjurkan. Seperti dilansir dari website suzuki.co.id, angin dari kompresor mengandung uap air.

Sehingga jika dibiarkan, sudah tentu uap air tersebut akan menempel di dalam mesin. Jika dibiarkan, tentu bisa berakibat buruk bagi mesin motor. Karena uap air bisa menimbulkan korosi di dalam mesin.

Tak hanya itu, ada risiko lain yang lebih mengerikan ketimbang uap air yang mengendap, yakni kotoran filter oli yang berpotensi keluar. Seperti diketahui, filter oli berfungsi menahan kotoran agar tidak bersirkulasi ke dalam mesin.

Yang dikhawatirkan, saat bagian dalam mesin disemprot angin bertekanan, kotoran yang ada dalam filter oli ini akan tersembur keluar. Tentu hal ini akan berbahaya jika kotoran sisa atau gram kembali ngumpet di sela-sela komponen mesin.

Bubuk gram yang bersembunyi di dalam sela-sela mesin berisiko membuat mesin cepat keropos. Dalam jangka waktu lama, kotoran ini bisa menyebabkan performa kendaraan menjadi turun.


Kalau tidak boleh disemprot angin kompresor, lalu bagaimana cara mengeluarkan sisa oli yang mengendap di mesin?

Triknya bisa dengan menggunakan kick starter (posisi kunci kontak dalam posisi off). Cukup selah motor sebanyak 3-5 kali, dan ulangi langkah ini setelah motor didiamkan selama 10 menit. Jangan kaget jika oli yang keluar hanya sedikit, karena memang sisa olinya hanya segitu. (lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed