Rabu, 24 Apr 2019 12:01 WIB

Pentingnya Pengendara Kenali Blind Spot di Sekitar Truk

Rizki Pratama - detikOto
Truk Tangki Pertamina. Foto: YouTube/Pertamina Truk Tangki Pertamina. Foto: YouTube/Pertamina
Jakarta - Meski banyak anak-anak di bawah umur sudah mampu mengoperasikan kendaraan, mereka belum paham betul risiko buruk yang kemungkinan akan mereka hadapi di jalan secara psikologis dan kognitif.

Untuk itu edukasi untuk calon pengendara pemula yang mulai mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) perlu diajarkan oleh berbagai pihak. Mulai dari keluarga, sekolah hingga tentunya pihak penegak hukum lalu lintas di Indonesia sendiri.

Salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh pengendara pemula adalah memahami blind spot atau titik tak terlihat dari pengendara lain. Titik ini merupakan titik yang berada di luar pandangan mata dan kaca spion pengemudi. Tak jarang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar disebabkan oleh hal ini. Misalnya truk. Banyak kasus kecelakaan hingga menewaskan pengendara motor karena berada di blind spot atau titik yang tidak terlihat oleh pengemudi truk.



"Kita harus mengedukasi mereka khususnya blind spot untuk mobil besar atau mobil tangki dan truk seperti itu sehingga mereka aware suatu saat nanti. Kalau di jalan dia harus paham hal tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakaan," ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami dalam program "Safe Ride Saves Hope" ke-5 PT Pertamina (Persero), Selasa (25/4/2019).

Pertamina sendiri menyadari dalam distribusi bahan bakar mereka banyak menurunkan armada truk berat berisi berbagai bahan bakar. Dewi pun mengakui tak sedikit kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada mereka karena kelalaian setiap pengendara yang terlibat dalam suatu kecelakaan.

Dalam sebuah video yang diunggah ke kanal Youtubenya Pertamina juga menjabarkan bagaimana dan di mana saja titik buta dari truk tangki yang mereka operasikan.

"Kalau kecelakaan mobil tangki itu sebenarnya cukup banyak," ungkap Dewi.



Dari pihak Pertamina pun melakukan usaha untuk mengantisipasi armada pengangkut bahan bakar mereka menyebabkan kecelakaan.

"Standarnya itu sebelum mobil tangki mendistribusikan BBM, begitu masuk ke TBBM itu akan langsung dicek prosedurnya. Yaang dicek itu kendaraannya layak atau tidak, semua dicek," papar Dewi.

Selanjutnya tentu pengemudi harus dicek kondisinya apakah siap mengoperasikan kendaraan.

"Begitu pengemudi masuk langsung cek mata, kesehatan, tensi dan sebagainya. Begitu terdeteksi tidak layak maka tidak akan diizinkan mengemudi," jelas Dewi.

[Gambas:Youtube]

(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed