Minggu, 14 Apr 2019 12:30 WIB

Tips biar Rantai Motor Tak Lepas Seperti Lorenzo dan Marquez

Luthfi Anshori - detikOto
Jorge Lorenzo mengalami rantai lepas jelang MotoGP Austin. Foto: Karim Jaafar/AFP Jorge Lorenzo mengalami rantai lepas jelang MotoGP Austin. Foto: Karim Jaafar/AFP
Jakarta - Kejadian rantai motor copot lagi-lagi dialami tim Repsol Honda di MotoGP. Setelah motor milik Marc Marquez yang mengalami kejadian ini di seri MotoGP Argentina, kali ini giliran RC213V Jorge Lorenzo yang rantainya lepas. Momennya terjadi di kualifikasi MotoGP Amerika Serikat, Sabtu (13/4/2019).

Untuk kasus yang dialami Lorenzo, sebab utamanya memang belum diketahui pasti. Namun kejadian rantai motor lepas atau copot ini bisa dialami oleh pengendara motor mana pun. Rider balap saja bisa mengalami hal ini apalagi bikers harian.



Seperti dijelaskan mekanik Astra Motor Dewi Sartika, Widodo Tri Lumaksono, sebab utama rantai motor copot saat dikendarai adalah karena rantai yang kendur.

"Karena kurang perawatan, rantai jadi kering dan gampang kendur. Saat digeber kecepatan tinggi, rantai berpotensi lepas atau putus," kata Widodo.

Dijelaskan mekanik Duta Motor Sport Bekasi, Ryan Fasha, ada beberapa jenis perawatan rantai yang harus dilakukan supaya rantai tidak lepas saat motor dikendarai.



"Pertama, selalu jaga kekencangan rantai. Ikuti petunjuk standar, yakni 15-20 mm (jarak main bebas rantai)," kata Ryan, saat dihubungi detikcom, Minggu (14/4/2019).

Setelah ketegangan rantai disetel ulang, langkah selanjutnya adalah memberikan pelumas di rantai dan mata gear untuk mencegah kekeringan.

"Pakai chainlube minimal 500 km sekali atau lebih cepat kalau cuaca hujan," lanjut Ryan.

Ditambahkan Ryan, jika rantai atau gear dirasa sudah aus, maka baiknya langsung diganti. "Kalau mata gear sudah terlihat tajam, harus segera diganti, sekalian sama rantainya," katanya lagi.



Sekadar mengingatkan lagi, rantai motor yang tiba-tiba lepas sendiri saat motor dikendarai bisa menimbulkan bahaya, baik untuk pengendara maupun motornya sendiri.

"Jadi pada saat rantai lepas dari girnya, rantai bisa selip di antara sela gir dan swingarm. Ini bisa mengakibatkan roda belakang terkunci," jelas Widodo.

Selain bisa membuat roda belakang mengunci, rantai motor yang putus saat kecepatan tinggi juga bisa membuat mesin rusak. Sebab rantai bisa saja menghantam keras bagian blok mesin, sehingga blok mesin bisa pecah seketika. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com