Kamis, 04 Apr 2019 09:32 WIB

Main HP Saat Dibonceng Motor Risiko Kecelakaannya Besar

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Menjadi pembonceng saat berkendara dengan sepeda motor memang tidak perlu melakukan kegiatan apa pun karena cukup menyerahkan kemudi pada pengendara agar sampai tujuan. Tapi bukan berarti pembonceng boleh melakukan aktivitas lain seperti bermain HP saat motor melaju.

Perilaku ini cukup sering ditemukan di jalanan setiap hari. Entah alasan kecanduan gadget atau sekadar mengisi waktu luang saat berkendara, tindakan ini akan memberikan pengaruh besar terhadap risiko ketika menghadapi situasi buruk di jalanan.



"Pembonceng selalu mengalami kecelakaan lebih berat dari pengemudi karena penumpang tidak tahu apa yang dihadapi pengemudi pada situasi kecelakaan atau manuver mendadak," ujar Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, saat dihubungi detikcom, Rabu (3/4/2019).

Jusri menegaskan penggunaan HP saat dibonceng sebaiknya dihindari. Selain itu pembonceng juga harus tetap fokus pada jalan dan tidak terdistraksi dengan objek lain. "Sehingga lebih siap jika kendaraan mengalami kecelakaan," tegas Jusri.



Situasi lebih buruk sering kali terjadi kepada pembonceng karena kaget dengan kondisi yang tidak ditangkap oleh inderanya baik itu penglihatan atau pendengaran. Sedangkan pengemudi yang tahu langsung dengan apa yang dihadapinya lebih siap dan bisa mengurangi risiko cedera yang lebih parah.

"Kalau kecelakaan penumpang tidak sempat mendeteksi dan antisipasi kecelakaan. Ketika motor melaju dalam kecepatan tinggi dan mengalami kecelakaan dia akan terpental dengan kecepatan yang sama dengan motor jika tidak siap. Berbeda dengan pengemudi yang sudah mengantisipasi dan menyiapkan reaksi dalam menghadapi situasi tersebut," tukas Jusri. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com