Rabu, 03 Apr 2019 09:44 WIB

Ini Bahayanya Rantai Copot Saat Motor Digeber Kecepatan Tinggi

Luthfi Anshori - detikOto
Rantai motor Foto: detikOto Rantai motor Foto: detikOto
Jakarta - MotoGP seri Argentina telah usai dan melahirkan Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Andrea Dovizioso sebagai tiga pebalap tercepat. Meski sudah usai, ajang balapan kuda besi yang berlangsung di Sirkuit Termas De Rio Hondo ini punya sejumlah drama yang menarik dibahas.

Salah satunya adalah copotnya rantai motor Honda RC213V yang ditunggangi Marc Marquez saat sesi FP4 berlangsung. Kronologisnya, saat melewati tikungan keenam, tiba-tiba motor Marquez 'kehilangan daya'. Ternyata setelah dicek rantai motornya copot. Ia pun harus menepi dan segera berlari menuju paddock.



Rantai copot saat motor melaju di kecepatan tinggi memiliki risiko bahaya yang tinggi. Mengutip penjelasan dari bikerandbike.co.uk, rantai motor yang copot setidaknya dalam kecepatan 100 km/jam berpotensi membuat roda belakang mengunci, sebab rantai bisa nyangkut di antara gear dan lengan ayun.

Dampak negatif lainnya, rantai bisa copot dan masuk ke ruang mesin, efek buruknya, bak mesin bisa hancur karena hantaman potongan rantai tersebut.

Selain merusak komponen mesin dan berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan high side, rantai yang copot bisa saja mengenai tubuh pengendara motor atau pengendara sekitarnya.

Jadi untuk para bikers, sebaiknya lebih perhatikan lagi kondisi rantai motor. Usahakan rantai tetap dalam ketegangan yang ideal, jarak kerenggangannya antara 2-3 cm. Selain itu, jika rantai sudah kendur dan aus, sebaiknya rantai dan sprocket gear langsung diganti satu set. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed