Senin, 25 Mar 2019 16:18 WIB

Gaya Berkendara Pengaruhi Umur Busi?

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Jakarta - Gaya berkendara dapat mempengaruhi umur dari komponen motor membuat lebih cepat aus dan harus diganti. Apakah hal ini juga berlaku dengan busi?

Guna menjawab pertanyaan tersebut Teknikal PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano menjawab bahwa gaya berkendara sedikit mempengaruhi umur penggunaan busi.



"Sedikit mempengaruhi, seperti misalnya stop and go namun pada intinya kalau ruang bakar sehat busi pasti awet," ujar Diko saat di Kemang, Jakarta Selatan.

Namun ia menjelaskan bahwa yang terpenting umur busi bisa lebih panjang bila pengguna kendaraan dapat menjaga kebersihan ruang bakar.

"Menjaga tiga hal, yaitu campuran udara dan bahan bakar pas, kompresi tidak ada kebocoran, dan yang ketiga busi yang sehat artinya tidak kebocoran, keausan atau ada kerak," kata Diko.



Lebih lanjut sebagai komponen yang memiliki usia pakai, NGK menganjurkan untuk kendaraan sepeda motor per 6.000 km sedangkan mobil 20.000 km. Adapun gejala yang dirasakan bila busi sudah memiliki masa pensiun.

"Efeknya paling terasa yaitu loss power, kemudian konsumsi bahan bakar jelas lebih boros," ujar Diko.

"Karena satu liter yang masuk ke ruang bakar itu tidak akan habis dibakar sempurna oleh busi, karena percikan listriknya kecil dan tidak fokus. Itu yang kita sebut dengan miss fire, atau gagal pembakaran," jelas Diko saat menjawab bagaimana busi bisa menyebabkan boros pada kendaraan. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed