Kamis, 24 Jan 2019 10:31 WIB

Pakai Ban Tubeless, Pemotor Harus Tetap Waspada Ranjau Paku

Luthfi Anshori - detikOto
Ban Motor Polisi Dicoba Lewat Ranjau Paku. Foto: Luthfi Anshori Ban Motor Polisi Dicoba Lewat Ranjau Paku. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Perilaku aman berkendara tidak hanya meliputi cara riding yang baik maupun memakai perlengkapan safety yang komplet. Pengendara, khususnya para pemotor tetap harus waspada terhadap segala potensi bahaya di jalan raya.

Salah satu masalah yang bisa ditemukan bikers di jalan raya adalah ranjau paku. Bila ban motor terkena benda tajam ini, ban tidak hanya akan kempis, bahkan dalam beberapa kasus, struktur ban rusak dan tidak bisa ditambal lagi.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ganet Sukoco, ban motor yang bocor di tengah jalan raya berpotensi menimbulkan kecelakaan atau tindakan kriminal.



"Terutama pengguna kendaraan roda dua pada saat mengalami kebocoran ban di jalan, itu bisa mengundang pelaku kejahatan," ujar Sukoco, di sela-sela kegiatan Kampanye Millenial Road Safety Riding With IML, di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (24/1/2019).

Salah satu solusi agar ban motor tetap tidak bocor saat terkena paku adalah dengan menggunakan cairan anti-bocor. Cairan ini biasanya digunakan pada ban tipe tubeless. Cara kerjanya, saat ban terkena paku atau benda tajam lain, cairan anti-bocor yang ada di dalam ban akan menutup lubang tersebut secara otomatis saat paku dicabut.

Ban tubeless sendiri sebenarnya tidak akan bocor, sekalipun terkena ranjau paku dalam jumlah banyak selama benda tajam tersebut tidak dicabut. Namun terkadang ban akan tetap bocor jika dipakai perjalanan jarak jauh. Ujung-ujungnya harus cari bengkel ban terdekat.

Sebagai tindak lanjut kegiatan Dirlantas Polda Metro Jaya, mengenai Millenial Road Safety Festival, minggu lalu, hari ini (24/1/2019) Polres Jakarta Barat dan Relawan Saber (Ranjau Paku) mengkampanyekan pentingnya safety riding dengan menggunakan cairan anti ban bocor.

Kampanye Millenial Road Safety Riding ini turut menggandeng PT Tetsan sebagai produsen cairan anti ban bocor, merek IML.

"PT Tetsan salah satu pabrik yang memproduksi banyak jenis sparepart mobil dan motor di Indonesia, salah satunya adalah cairan anti ban bocor merek IML sejak empat tahun yang lalu," ujar Director PT Tetsan, Philip Buulolo.

Cairan anti-ban bocor ini diklaim merupakan perpaduan produk lokal dengan teknologi dari Jepang dan Korea.



"Dalam cairan ini terdapat teknologi tubeless seperti lem berteknologi yang ketika terkena paku atau benda tajam, cairan akan menambal secara otomatis dengan cepat secara permanen," kata Philip.

Cairan khusus untuk motor ini tidak disarankan untuk dipakai ke ban mobil, karena cairan itu dipastikan membuat balancing tidak normal dan saat mobil berkecepatan tinggi setir akan bergetar.

Sementara cairan mobil bisa dipakai untuk motor, khususnya bagi pengendara moge, atau ban ukuran khusus, dan juga cocok bagi pengendara prioritas kualitas.

Cara memasukkan cairan anti ban bocor ke dalam ban tubeless, dengan mengempiskan ban terlebih dahulu.

"Ban harus dikempiskan terlebih dulu. Setelah angin dipastikan habis, cairan dalam botol dikocok terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke ban melalui pentil. Selanjutnya, ban dapat diisi angin kembali dengan tekan angin ban standar," pungkas Philip.



Tonton juga video 'Hati-hati saat Melintas di Flyover Tomang, Banyak Ranjau Paku':

[Gambas:Video 20detik]


Pakai Ban Tubeless, Pemotor Harus Tetap Waspada Ranjau Paku
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed