Sabtu, 05 Jan 2019 14:09 WIB

Walau Harga Kurang Bersahabat, Suspensi Ohlins Jualannya 'Mantul'

Ridwan Arifin - detikOto
Shockbreaker Ohlins di motor modifikasi Honda CBR250RR Foto: Grandyos Zafna Manase Mesah Shockbreaker Ohlins di motor modifikasi Honda CBR250RR Foto: Grandyos Zafna Manase Mesah
Jakarta - Otolovers mungkin tidak asing lagi dengan suspensi yang bernama Ohlins. Shockbreker besutan Swedia ini meski harganya dibanderol jutaan namun tetap dipilih sebagai produk aftermarket pilihan bikers.

Meminjam istilah anak kekinian 'mantul' alias mantap betul, PT Sena Autopart Indonesia selaku distributor resmi Ohlins di Indonesia mengklaim penjualan mereka di atas target.

"Dan penjualan kami naik terus, sampai saat ini penjualan juga masih stabil," ujar Sales & Marketing PT Sena Autopart Indonesia Nana Budhi Satya beberapa waktu lalu.
Terus kenapa harganya bisa mahal? Pertama kali karena branding Ohlins sudah kuat sebagai Shockbreker yang tangguh. Selain dipercaya para pabrikan besar, produk asal Swedia ini masih digunakan sebagai peranti kenyamanan pada ajang balap MotoGP.


"Alasan Ohlins itu mahal karena kalau kita lihat di Moto GP aja itu rata-rata pakai Ohlins. Selain itu juga pertama teknologi," ungkap Nana.

"Keunggulan ohlins misalnya kalau merk lain dipakai balap 4 lap sudah mulai agak keras, karena panas di dalam shock akan banyak buih, tapi kalau Ohlins bisa stabil. MotoGP saja sampai 20 lap masih stabil," ungkapnya

"Tingkat kekerasan juga bisa disetel sesuai selera, yang sering cornering, touring pasti ingin setelan yang berbeda. Sehingga tingkat kekerasan bisa disetel.
Kompresi selalu menyatu dengan tabung, kalau yang menyatu dengan as namanya rebound. Berfungsi mengatur cepat atau lambatnya kinerja shock. Tapi bisa dikustom juga kompresi mau lebih keras atau lebih lembut karena kami punya spare part," ujarnya

Lebih lanjut, Nana, kata dia bahwa layanan purna jual menjamin kalau setiap kali beli Ohlins, keawetannya sama dengan seumur hidup pembeli. "Kedua after sales dengan garansi tiga tahun, ketiga punya service center, keempat punya sapre part," ujarnya.

Artinya jika konsumen sudah beli Ohlins, selama tidak dijual bisa dipakai seumur hidup setelah garansi. "Karena service center ada, spare part ada, jadi bisa dibilang pemakaian seumur hidup," jelas Nana.

Terakhir karena Ohlins yang dipasarkan Asia dan Australia masih CBU dari Thailand. Namun sebelum diproduksi di negeri gajah putih tersebut, harganya malah bisa lebih mahal lagi. "Ohlins merupakan produk asal Swedia, tapi punya pabrik perakitan di Thailand untuk mengurangi harga. Dulu Ohlins untuk Yamaha Mio kami rilis dengan harga Rp 9,6 juta, itu tidak mungkin untuk pasar di Indonesia, makanya perakitan dipindahkan ke Thailand," terang Nana.

Namun selain terkenal karena teknologi dan gengsinya tersebut di atas, membuat ketersediaan produk ini terbatas di Indonesia, inden saja bisa sampai 3 bulan Otolovers.

"Untuk inden sendiri paling banyak untuk motor Honda Vario, PCX, dan Yamaha Xmax. Tapi tergantung pesanan yang masuk, kalau lagi banyak bisa sampai 3 bulan, paling cepatnya sekitar 3 minggu," kata Nana.

Meski harga yang ditawarkan cukup menguras kantong, semua produk Ohlins yang dibeli lewat distributor resmi mendapatkan garansi selama 3 tahun.

"After sales dengan garansi tiga tahun, punya service center, dan ketersediaan spare part. Artinya jika konsumen sudah beli Ohlins, selama tidak dijual bisa dipakai seumur hidup setelah garansi. Karena service center ada, spare part ada, jadi bisa dibilang pemakaian seumur hidup," ungkap Nana.
Sampai bulan Oktober lalu, penjualan suspensi Ohlins di Indonesia sudah naik sebanyak 30 persen atau sekitar 3.000 unit. "Perbulannya bisa menjual sekitar 300 unit rata-rata," sambung Nana.

Pihaknya juga mengatakan akan melayani segala complain yang diterima konsumen dan menyetting ulang suspensi dengan menggunakan alat dyno test.


(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed