Selasa, 03 Jul 2018 15:46 WIB

Bahaya Pakai Helm Tanpa Ikat Tali Dagu

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Lokasi penumpang ojek online tewas dijambret. Foto: Sahaya Anisa/detikcom Lokasi penumpang ojek online tewas dijambret. Foto: Sahaya Anisa/detikcom
Jakarta - Sebuah video kecelakaan yang diduga akibat penjambretan di Cempaka Putih beredar viral. Penumpang ojek online menjadi korbannya. Perempuan berinisial W (37) meninggal dunia.

Dalam video itu terlihat penumpang ojek online jatuh dari motor diduga karena dijambret pemotor lainnya. Jika dilihat lebih saksama lagi, helm yang dikenakan penumpang ojek online lepas dari kepalanya. Bisa jadi karena tali pengikat dagu helm yang tidak terpasang sempurna.



Itulah pentingnya selalu mengenakan helm sampai 'klik'. Maksudnya, setiap pemotor atau penumpangnya yang berkendara di jalan raya harus selalu mengenakan helm dan mengikat tali dagunya.

Kalau cuma mengenakan helm tanpa mengikat tali dagunya, ketika kita jatuh dari motor, helm berpotensi terlepas. Alhasil, fungsi helm yang seharusnya melindungi kepala ketika jatuh jadi tidak maksimal lagi. Benturan kepala dengan benda keras bisa jadi tak terhindarkan. Risikonya lebih parah kalau kepala terbentur benda keras seperti aspal.

Instruktur Rifat Drive Labs dan penggiat kampanye helm dari RSV, Andry Berlianto, mengatakan betapa pentingnya mengenakan helm sekaligus mengikat tali dagunya. Ini berlaku untuk pengendara sepeda motor dan penumpangnya.

"Pastikan perangkat keselamatan seperti helm sudah terpasang dengan benar, ingatkan pembonceng jika pemasangannya belum benar, pastikan diikat," kata Andry kepada detikOto.



Menurut Andry, benturan keras yang menghantam kepala, pasti secara spontan akan merusak struktur kepala dan berpotensi mematikan. Untuk itu, sangat penting helm selalu dikenakan berikut tali pengikatnya. Kalau tali dagu diikat, potensi helm terlepas dari kepala semakin kecil. Jadi, perlindungan helm terhadap kepala menjadi semakin maksimal.

"Jangan memakai helm hanya karena takut petugas/polisi tapi pakailah karena unsur kebutuhan akan keselamatan. Saling mengingatkan antara pengendara dan pembonceng dalam mengenakan helm. Pastikan helm terpakai sempurna, diikat/diklik dan sesuai dengan ukuran kepala (tidak kekecilan atau tidak kebesaran). Pilih helm yang SNI approved sebagai bagian sertifikasi dan standar nasional dalam negeri. Helm tidak menjamin keselamatan saat terjadi benturan tapi mereduksi potensi cedera berlebih pada kepala," jelas Andry.


[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed