Sabtu, 26 Mei 2018 13:14 WIB

5 Langkah Aman Bermotor saat Puasa

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pengendara sepeda motor. Foto: Rifkianto Nugroho Pengendara sepeda motor. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Berpuasa di bulan Ramadan menjadi kewajiban bagi seorang muslim. Berkendara di jalan raya seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak berpuasa bagi mereka yang wajib menjalankannya.

Berkendara saat sedang puasa memang berpotensi mengalami dehidrasi bahkan bisa mengurangi konsentrasi berkendara. Risikonya bisa menimbulkan insiden buruk. Emosi pun bisa jadi tak terkendali. Apalagi saat menghadapi kemacetan.

Untuk itu, ada beberapa tips berkendara aman meski Anda sedang berpuasa. PT Astra Honda Motor melalui tim safety riding memberikan lima langkah aman berkendara selama bulan Ramadan.



Langkah pertama adalah persiapan sebelum perjalanan dengan matang. Pemotor seharusnya mempersiapkan diri sejak sahur kalau ingin berkendara saat puasa. Pilih asupan yang bernutrisi tinggi seperti sayur, buah-buahan, dan perbanyak minum air putih agar bisa mengurangi dehidrasi.

Persiapan selanjutnya adalah terkait perlengkapan berkendara. Pemotor tetap wajib menggunakan helm, jaket, sarung tangan, dan membawa kelengkapan surat berkendara.

Langkah kedua, pemotor wajib mengenali rute perjalanan. Kemacetan di jalan raya merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan emosi. Untuk menghindari itu, manfaatkan aplikasi GPS untuk memantau situasi jalan atau memilih jalur alternatif.

Apabila bikers harus menuju lokasi yang belum pernah didatangi, para bikers sebaiknya pelajari situasi jalanan terlebih dahulu agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.

Langkah tepat ketiga adalah beristirahat. Meskipun panasnya udara di siang hari membuat ingin segera tiba di tujuan, bikers tetap harus waspada terhadap kantuk yang menyerang. Pemotor disarankan menepi terlebih dahulu dan beristirahat selama 10 menit.

Bagi bikers yang melakukan perjalanan jauh dan melakukan perjalanan lebih dari 2 jam, disarankan untuk beristirahat minimal 20-30 menit. Lakukan kembali pemanasan kecil pada beberapa bagian tubuh, seperti bagian kepala, tangan dan kaki hingga tubuh kembali merasa bugar.



Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah berpikir positif. Perilaku pengendara lain di jalan raya tidak dapat diprediksi, terutama saat lalu lintas mengalami kepadatan menjelang waktu berbuka puasa. Hal ini bisa mengakibatkan terpancingnya emosi. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan selalu berpikir positif terhadap pengguna sepeda motor atau kendaraan lainnya.

Terakhir, bersikap saat berkendara. Sering kita lihat tindakan bikers yang tidak patut untuk dijadikan contoh berkendara, misalnya menyerobot jalan, berkendara melawan arus, menggunakan bahu jalan, bahkan tidak menaati rambu lalu lintas. Pada kasus seperti ini, makna toleransi dan rasa sabar merupkan salah satu kunci yang perlu dikedepankan di dalam pemikiran para bikers agar kepentingan sesama pengendara dapat terpenuhi dan menjaga kekhusyukan ibadah puasa selama bulan Ramadan. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed