Pemilihan ban yang ideal menurut Safety Riding & Safety Driving Ditlantas Polda Metro Jaya, Aiptu Bambang Margono adalah ban yang memiliki kembangan yang banyak.
"Kita tidak berbicara kembangan ban (motor) untuk sirkuit ya, ini yang harian, baik yang besar maupun kecil itu penitng sekali," ujarnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dinding samping ban harus yang keras. Apa lagi kalau kita gemar naik motor terus, yang biasa juga bergerak di malam hari, kalau dinding samping roda tidak keras, pas bocor timbul hal-hal yang tidak kita inginkan, memengaruhi keselamatan kita," tuturnya.
Lanjut dirinya menjelaskan, jika dinding samping ban yang digunakan oleh si pengemudi tidak keras dan tebal, saat terjadi kebocoran, motor hanya bisa mencapai jarak satu kilometer tanpa angin.
"Ini berisiko, apapun merek-nya, cari yang dinding samping keras dan kembangannya banyak, itu idealnya," ucap Bambang.
Jika ban yang digunakan si pengemudi mempunyai kadar ketebalan dan kekerasan yang baik, kata Bambang, masih dapat berjalan sekitar 25 kilometer saat ban itu bocor, tanpa ada angin. "Baik ban tubeless, maupun tube type (pakai ban dalam)," pungkasnya.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya