General Manager Technical Service Division PT Astra Honda Motor Wedijanto Widarso mengatakan, masalah tenaga tergantung tujuan motornya. Untuk motor berjenis sport pasti di-setting dengan tenaga maksimal.
"Masalah tenaga tergantung desain menurut saya. Jadi motor itu didesain untuk bertenaga atau tidak. Jadi, kalau dia mau irit, tenaga pasti dikorbankan. Kalau dia mau tenaga besar, pasti bahan bakarnya yang dikorbankan," kata Wedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tergantung motornya. Kayak motor Sonic kita dan motor CB150R, mesin boleh sama, tapi settingan-nya berbeda, derajat pengapiannya berbeda," ujar Wedi.
Yang pasti, Wedi menegaskan, mitos bahwa motor berteknologi injeksi itu lemot salah. Bahkan motor sport yang bertenaga besar pun tak sedikit yang menggunakan teknologi injeksi.
"Jadi sudut pengapian dan pemasukan bahan bakar yang mempengaruhi si powernya sendiri," ucap Wedi. (rgr/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM