Lampu Rem Itu Merah, Jangan Diganti Warna Lain

Lampu Rem Itu Merah, Jangan Diganti Warna Lain

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 07 Jan 2016 13:27 WIB
Lampu Rem Itu Merah, Jangan Diganti Warna Lain
Foto: Aris Ginanjar
Jakarta - Masih ada pengguna sepeda motor yang memodifikasi kendaraannya tidak sesuai anjuran. Bahkan, ada pemotor yang mengganti warna lampu belakang atau lampu rem yang seharusnya berwarna merah menjadi lebih terang, sama seperti warna lampu depannya.

Padahal, sudah mutlak bahwa warna lampu rem adalah merah, bukan warna lainnya. Fungsi lampu rem adalah sebagai peringatan kepada pengguna jalan di belakang bahwa kendaraan Anda sedang memperlambat laju.

Kalau diganti dengan warna lain apalagi menjadi lampu yang terang seperti lampu depan kendaraan, maka akan mengecohkan pengguna jalan di belakang. Kendaraan yang lampu belakang atau lampu remnya terang seperti lampu depan membuat pengguna jalan lain mengira bahwa ada kendaraan lain dari lawan arah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lampu belakang yang diubah warnanya seperti headlamp atau lampu depan, ya pasti sudah salah besar. Ini sangat berisiko, pengendara di belakangnya akan mengira ini kendaraan dari lawan arah. Jadi ya kemungkinan kendaraan di belakang menabrak kendaraan tersebut pasti sangatlah tinggi," kata Instruktur Defensive Driving dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Boy Falatehansyah kepada detikOto.

Boy mengatakan, pemilihan warna merah pada lampu rem kendaraan disimbolkan sebagai tanda bahaya atau harus berhenti seperti pada lampu lalu lintas. Teori ini sudah diterapkan di dunia ratusan tahun lalu.

"Karena warna merah sama juga seperti darah yang memacu penglihatan kita lebih cepat mengirimkan pesan ke otak untuk mengambil tindakan sebagai bahaya. Dan (warna) ini lebih gampang dimengerti," jelas Boy.

Jika lampu rem kendaraan diganti dengan warna yang lebih terang, maka lampu tersebut akan menyilaukan pengendara di belakang. Lebih parahnya, pengendara di belakang mengalami snow blindness yaitu kebutaan sesaat setelah terpancar cahaya terang dari depan. Kalau sudah begitu, risiko kecelakaan semakin besar.

"Kalau mengganti lampu belakang dengan lampu (seperti) headlamp bisa saja menyebabkan kendaraan di belakangnya menjadi snow blinded atau snow blindness. Istilah ini sama seperti orang yang kehilangan penglihatan mata sementara, karena terkena cahaya putih yang terlalu terang, kata awamnya itu silau. Sama kalau kita terkena lampu tinggi (high beam)," ujar Boy.

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads