Sparepart Manager Astra Motor Mataram, Irwandi Usmanto menjelaskan, mesin-mesin pada motor Honda terkini sudah memiliki kerapatan yang sangat tipis. Minimal, motor-motor terkini sudah menggunakan oli semi-synthetic.
"Sebenarnya oli semi-synthetic sudah cukup," jelasnya kepada detikOto di Mataram, Lombok beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Full synthetic pada putaran tinggi pelumasan mesin masih dapat. Disarankan yang pakai full synthetic yang endurance-nya tinggi. Karena kemampuan melumasi pada putaran tinggi lebih mampu. Full syntethic lebih mendinginkan mesin," ujar Anton.
Untuk motor-motor yang diproduksi setelah tahun 2009, oli yang digunakan harus memiliki tingkat kekentalan yang rendah, kondisinya encer. Sebab, mesin motor produksi setelah tahun 2009 memiliki susunan komponen yang lebih rapat.
"Ada pandangan bahwa kita harus pakai oli dengan tingkat kekentalan tinggi. Begitu pakai tingkat kekentalan tinggi, sementrara kerapatan mesin kita sudah sangat tipis, itu enggak bisa melumasi dengan sempurna," kata Irwandi.
Standar oli yang digunakan memiliki SAE 10W-30. Oli dengan tingkat kekentalan itu sudah diriset memiliki komposisi terbaik. Namun, motor produksi sebelum tahun 2009 bisa menggunakan oli yang lebih kental.
"Standarnya 10W-30. Lebih tipis. Berdasarkan riset, 10W-30 komposisi terbaik. Karena kalau di atas, enggak akan melumasi seluruh bagian motor. Tapi untuk motor sebelum 2009 boleh pakai oli kental," terang Irwandi.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!