Mobil Makin Mirip Gadget Berjalan, Butuh RAM 300 GB di Masa Depan

Mobil Makin Mirip Gadget Berjalan, Butuh RAM 300 GB di Masa Depan

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 01 Apr 2026 20:09 WIB
Teknologi Otonom Honda
Mobil di masa depan butuh RAM 300 GB. Foto: Istimewa
Jakarta -

Kebutuhan RAM global diprediksi bakal melonjak drastis, bukan cuma karena ledakan AI di data center, tapi juga dari mobil tanpa sopir. Bahkan, satu mobil otonom di masa depan disebut bisa butuh memori hingga 300GB.

Prediksi itu datang dari CEO Sanjay Mehrotra dalam earnings call perusahaan Micron Technology. Ia menyebut generasi terbaru mobil Level 4 dan robot canggih akan membutuhkan kapasitas RAM jauh lebih besar dibanding mobil saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai perbandingan, mobil modern dengan sistem Level 2 ADAS, seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist, saat ini hanya mengonsumsi sekitar 16GB RAM. Sistem tersebut masih bergantung pada pengemudi manusia, meski sudah dibantu kamera dan sensor.

Mobil otonomMobil otonom di masa depan. Foto: Xoio

Berbeda dengan itu, mobil otonom penuh harus bekerja sendiri tanpa intervensi manusia. Sistem ini dituntut memproses data dari berbagai sumber secara bersamaan, mulai dari kamera, radar, lidar, hingga peta detail dan model AI dalam waktu nyata.

ADVERTISEMENT

Setiap milidetik jadi krusial. Mobil harus bisa membaca situasi, memprediksi pergerakan, dan mengambil keputusan secara instan. Di sinilah peran RAM jadi sangat penting, karena memori besar memungkinkan AI bekerja lebih cepat dan stabil.

Kalau kapasitas RAM tidak mencukupi, risiko bottleneck bisa muncul dan berdampak langsung pada keselamatan. Itulah kenapa mobil otonom masa depan disebut-sebut bakal mirip "data center berjalan".

Mobil Otonom HyundaiMobil Otonom Hyundai Foto: Pool (Autoevolution)

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global AI. Selama ini, lonjakan kebutuhan RAM banyak didorong server dan pusat data. Namun ke depan, tekanan tersebut akan merambah ke perangkat fisik seperti mobil dan robot.

Micron sendiri mencatat peningkatan pendapatan signifikan dari penjualan DRAM untuk kebutuhan AI. Ke depan, industri otomotif dan robotika diperkirakan jadi pasar besar berikutnya yang ikut menyerap lonjakan kebutuhan memori tersebut.



(sfn/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads