ADVERTISEMENT

Bukan Pertalite, Mobil LCGC Cocoknya Pakai BBM Sekelas Pertamax!

Tim detikcom - detikOto
Sabtu, 02 Jul 2022 11:24 WIB
LCGC tak isi bensin beroktan 92
Masih ada beberapa mobil LCGC yang kedapatan mengisi Pertalite. Foto: (Ridwan Arifin/detikOto)
Jakarta -

Meski tergolong dan kerap disebut sebagai mobil murah, nyatanya untuk urusan bahan bakar Low Cost Green Car (LCGC) tak sembarangan. Memiliki rasio kompresi mesin 11:1, mobil LCGC sejatinya mengkonsumsi BBM dengan kadar oktan minimal 92 sekelas Pertamax.

Tapi tak jarang ditemui, mobil LCGC justru menggunakan BBM dengan kadar oktan 92 yakni Pertalite. Pertalite sendiri didesain untuk kendaraan yang punya rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1.

Mobil LCGC sendiri sudah dianjurkan untuk menggunakan BBM dengan oktan minimal 92. Tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi tinggi nomor 29/IUBIT/PER/9/2014. Tercantum dalam BAB III A Perihal Penandaan, butir 4 aturan bahan bakar LCGC disebutkan bahwa:

Informasi penggunaan bahan bakar sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sebagai berikut:
- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Octane Number 92, dan- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar nyala kompresi berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Cetane Number (CN) 51.

Aturan itu juga didukung oleh Permenperin nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam aturan itu tertulis bahwa mobil LCGC menggunakan penandaan informasi penggunaan bahan bakar dengan tingkat paling rendah octane number 92 untuk bensin atau cetane number 51 untuk diesel yang dicantumkan pada penutup tangki bahan bakar bagian dalam dan pojok bawah kaca belakang.

Kalau diperhatikan aturan itu sifatnya imbauan. Tak heran bila di lapangan, masih kerap ditemui mobil LCGC yang mengisi BBM jenis Pertalite.

Sebagai pabrikan, Head Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi juga menyarankan mobil diisi dengan BBM minimal RON 92. Kalau tidak menggunakan BBM tersebut, dikhawatirkan performa mobil tidak optimal.

"Ada efek jangka panjangnya khususnya bensin bisa menimbulkan penumpukan kerak karbon di ruang bakar piston dan dinding silindernya. Itu sudah sering kejadian kita mengalami hal seperti itu," kata Didi.



Simak Video "Jangan Asal! Ini Mobil yang Cocok Minum Pertalite"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT