ADVERTISEMENT

Bahaya Hipnotis Jalan Tol: Apa Itu Highway Hypnosis dan Cara Mencegahnya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 03 Feb 2022 07:34 WIB
Kehadiran jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga ke Surabaya menjadi pilihan masyarakat yang hendak mudik Lebaran tahun ini.
Awas kecelakaan, kenali bahaya highway hypnosis dan cara mencegahnya. Foto: Dok
Jakarta -

Mengendarai kendaraan bermotor membutuhkan konsentrasi penuh. Namun, banyak tantangan yang dihadapi oleh pengemudi. Salah satunya adalah gejala highway hypnosis. Ini efeknya bahaya banget. Bisa menimbulkan kecelakaan fatal.

Auto2000 menjelaskan apa itu highway hypnosis dan cara mencegahnya. Highway hypnosisatau white line fever adalah berkurangnya konsentrasi tanpa sadar ketika mengemudi mobil dalam jarak atau waktu yang jauh seperti di jalan tol.

Dalam keadaan ini, pikiran pengemudi fokus ke tempat lain padahal terlihat sedang mengemudi mobil. Teralihkannya pikiran membuat pengemudi tidak sadar dan kehilangan kendali pada kendaraan. Efeknya sama dengan microsleep, teralihkannya perhatian dari jalan dapat memicu kecelakaan fatal.

Rata-rata, jalan tol hampir selalu lurus, monoton dan pemandangannya tidak ada yang menarik. Hal ini membuat pengemudi tanpa sadar mengalami highway hypnosis.

Seperti hilang kesadaran akibat dihipnotis, situasi bahaya ini bisa dialami siapa saja meskipun sudah cukup tidur atau istirahat. Gejala ini tercipta akibat lingkungan berkendara yang membosankan.

"Jalan tol yang lurus dan mulus akan membuat cepat merasa bosan dan memikirkan hal lain di luar berkendara. Meskipun hanya beberapa saat, kondisi ini dapat memicu kecelakaan fatal," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.

Menurutnya, ada 6 langkah mencegah terjadinya highway hypnosis. Berikut rinciannya.

Jangan Overthinking

Saat di balik setir, sebaiknya pengemudi tidak terlalu banyak memikirkan hal di luar berkendara. Tubuh yang bugar dan fit juga membuat kamu lebih fokus pada pekerjaan di balik kemudi dan tidak mudah mengalihkan perhatian akibat letih. Ingat, berdasarkan perhitungan aritmetika, pikiran yang teralihkan selama 2 detik pada kecepatan 80 km/jam bisa membuat pengendara kehilangan kendali mobil sejauh lebih dari 44 meter! Sudah cukup untuk memicu kecelakaan fatal seperti menabrak pembatas jalan atau bagian belakang mobil lain.

Atur Posisi Duduk dan Senam Ringan

Bikin suasana berkendara senyaman mungkin. Caranya dengan atur posisi duduk yang nyaman tapi tetap sesuai aturan safety driving. Hal ini akan membuat pengendara tidak cepat letih dan tetap membuat konsentrasi.

Selain itu, lakukan senam ringan sambil mengemudi mobil untuk mengurangi kelelahan dan tidak cepat bosan. Gerakkan leher ke kiri dan kanan serta atas dan bawah, termasuk pula menggerakkan tangan dan badan supaya tidak kaku dan tetap rileks.

Dengarkan Musik

Mendengarkan musik yang sesuai selera dapat menjaga konsentrasi dan membuat tubuh lebih rileks saat mengemudi mobil. Sesekali ikut berdendang atau bergoyang mengikuti irama lagu juga tidak masalah asalkan pikiran tetap fokus ke jalan di depan. Namun, atur volume musik jangan terlalu keras agar tetap dapat mendengarkan suara dari lingkungan sekitar mobil untuk mengantisipasi keadaan.

Lepaskan Pandangan Keluar Mobil

Dengan tetap menjaga kewaspadaan, lepaskanlah pandangan keluar mobil dan cari sesuatu yang menarik perhatian supaya tidak cepat bosan. Sempatkan pula menengok kondisi di belakang mobil melalui spion tengah dan samping yang juga berguna untuk memantau kondisi jalan di belakang.

Istirahat di Rest Area

Pengendara juga diharuskan beristirahat secara rutin saat perjalanan jauh. Di setiap jalan tol sudah ada cukup banyak rest area yang tersedia, bahkan ada yang memiliki wahana hiburan untuk keluarga. Jangan paksakan mengemudi, segera istirahat di rest area kalau telah berkendara selama maksimal 3 jam untuk mengurangi badan letih dan rasa bosan.

Jaga Kondisi Mobil

Komponen mobil yang bekerja optimal akan membuat pengendara merasa tenang dan tidak banyak pikiran ketika mengemudi mobil. Servis berkala setiap 6 bulan akan memastikan mobil selalu dalam kondisi prima dan memberikan rasa tenang sehingga perhatian tidak teralihkan akibat khawatir atas kondisi mobil.



Simak Video "Nyetir Lama di Jalan Tol Bisa Kena 'Highway Hypnosis', Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT