ADVERTISEMENT

Penting! Ini Cara Konvoi Tanpa Bikin Macet

Tim detikcom - detikOto
Senin, 24 Jan 2022 20:13 WIB
Prestige Motorcars mememeriahkan hari kemerdekaan RI dengan menggelar konvoi mobil mewah yang bertemakan merah-putih.
Ilustrasi konvoi mobil. Begini cara konvoi mobil tanpa mengganggu pengguna jalan lain. Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Konvoi kendaraan boleh-boleh saja. Tapi ada satu hal yang harus diperhatikan, yaitu kepentingan pengguna jalan lain. Jangan sampai konvoi kendaraan malah mengganggu pengendara lain.

Hal itu disampaikan oleh praktisi keselamatan berkendara yang juga founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu. Jusri bilang, konvoi kendaraan harus disikapi jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain.

"Kalau itu berupa rombongan, silakan melakukan koordinasi dengan polisi. Karena domain rekayasa lalu lintas yang mengatur rombongan, mengatur orang lain pada saat berada di jalan itu polisi. Polisi memiliki hak hukumnya dan polisi paham dalam melakukan SOP ini," kata Jusri kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (24/1/2022).

Konvoi kendaraan sebaiknya juga tidak terlalu banyak. Jika satu kelompok pengendara ingin melakukan konvoi, untuk mobil sebaiknya tidak lebih dari 8 unit, menurut Jusri. Kalau lebih dari itu, pisahkan rombongan menjadi beberapa bagian yang per kloternya maksimal 8 mobil.

Menurut Jusri, kalau lebih dari 8 mobil melakukan konvoi dalam satu rangkaian, maka bisa menimbulkan kemacetan. Sebab, rangkaian konvoi terlalu panjang.

"Oke misalnya saya di tol di lajur 2. Di depan saya ada mobil bukan konvoi, ketika saya berpikir saya harus menyalip karena kecepatan saya lebih tinggi dari mobil di depan saya, tahu-tahu ada mobil lewat 30 mobil, lama lo. Akhirnya yang terjadi adalah perlambatan di tempat saya. Di belakang saya juga akan mengalami perlambatan. Akibatnya pada kilometer tertentu terjadi kemacetan di lajur saya. Pasti. Katakan di depan saya larinya 60 km/jam, saya 80 km/jam dan mau nyalip. (Karena ada konvoi mobil yang panjang) saya akan tahan. Nggak mungkin kecepatan saya 60 km/jam di depan saya 60 km/jam. Saya pasti 50 km/jam (lebih rendah). Di belakang saya nggak mungkin 50 km/jam, pasti 40, 30, 20 km/jam, 2 km lagi macet lajur saya itu," jelas Jusri.

Menurut Jusri, ketika kecepatan sebuah grup di jalan tidak sama, atau manuvernya tidak selaras dengan pengguna jalan lain, maka bisa saja menimbulkan kemacetan.

Dia melanjutkan, dalam sebuah konvoi juga sebaiknya ada leader atau penanggung jawab. Salah satu tugas leader tersebut harus memastikan rangkaiannya tidak mengganggu pengguna jalan lain.

"Leader ini yang bertanggung jawab mensosialisasikan kepada orang yang mengikuti rombongan. Misalnya jarak jangan terlalu rapat, sehingga pengguna jalan lain bisa ada space untuk overtake," jelas Jusri.



Simak Video "Bantahan Akbar Rais soal Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Foto"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT