Mobil Tertusuk Besi Pembatas di Banjarnegara, Pahami Tips Berkendara Aman

Tim detikcom - detikOto
Senin, 17 Jan 2022 18:14 WIB
Mobil menabrak pembatas jalan hingga tembus di Banjarnegara, Senin (17/1/2022).
Foto: Uje Hartono/detikcom. Mobil menabrak pembatas jalan hingga tembus di Banjarnegara, Senin (17/1/2022)..
Jakarta -

Sebuah mobil mengalami kecelakaan parah di Jalan Wonosobo-Banjarnegara (17/1/2022). Saking parahnya kecelakaan ini, membuat besi pembatas jalan menembus bodi mobil. Agar kejadian itu tidak berulang, berikut tips berkendara mobil yang aman.

Seperti dikutip dari detikNews, kecelakaan itu tepatnya terjadi di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Berdasarkan pantauan, mobil yang punya nomor polisi R 1318 D dan dikendarai Sri Wijono (70) tersebut mengalami rusak berat.

Dikatakan Kasat Lantas Polres Banjarnegara AKP Erwin Chan kecelakaan ini bermula saat mobil melaju dari arah timur menuju Banjarnegara. Sesampainya di Desa Gembongan, pengemudi hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan di sisi kanan.

"Kendaraan ini melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang sekitar pukul 14.00 WIB siang tadi. Saat di daerah Desa Gembongan, pengemudi hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan yang ada di sisi kanan," ujar Erwin saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (17/1/2022).

Telah dikonfirmasi juga, kecelakaan mobil tunggal tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Pengemudi hanya mengalami luka ringan di bagian kepala.

Praktisi keselamatan berkendara Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pernah mengatakan bahwa jalanan di Indonesia memang banyak jenis pembatasan jalan yang memenuhi syarat. Tujuan penggunaan pembatas jalan itu adalah untuk mengurangi pengguna jalan dari risiko cedera yang lebih parah jika terjadi kecelakaan.

"Tapi ingat, dengan aturan kecepatan yang diperbolehkan," kata Sony kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Misalnya, Sony mencontohkan pembatas jalan yang terbuat dari aluminium lebih fleksibel. Menurutnya, apa pun bentuk pembatasnya, ketika ia dihantam dengan kecepatan tinggi dampaknya bermacam-macam. Salah satunya bisa menusuk mobil seperti kecelakaan di Banjarnegara tersebut.

"Pengguna tidak bisa memilih yang enak-enak. Judulnya nabrak. Pasti membuat kerusakan kecil sampai dengan hilang nyawa," katanya.

"Yang harus dipahami oleh para pengemudi, pelajari kejadian-kejadian kecelakaan dan bagaimana menghindari risiko fatalitas," sambungnya.

Bagaimana caranya? Menurut Sony, yaitu dengan mengemudi menggunakan akal sehat dalam menentukan kecepatan kendaraan. Jangan lupa juga menjaga kondisi fisik yang prima.

"Jangan lihat pembatasnya, karena pembatasnya sudah sesuai standar keselamatan. Fokus kepada jalan dan arah yang dituju. Hindari kecepatan tinggi dan selip akibat agresif, ngantuk atau terkena microsleep," saran dia.

Karenanya, pengendara sebaiknya tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk. Jika mengantuk, pengendara harus berhenti dan beristirahat. Jangan sampai mengalami microsleep yang berisiko kecelakaan fatal.

"Istirahat berkala, maksimal mengemudi 3 jam diselingi istirahat 15-30 menit atau 1 jam tidur," tukasnya.

(lua/lth)