Tips Membeli Mobil Bekas, Jangan Tergiur Harga Murah dan Kilometer Rendah

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 26 Nov 2021 08:31 WIB
Tips membeli mobil bekas, jangan tergiur harga murah dan kilometer rendah
Foto: Dok. Otospector. Tips membeli mobil bekas, jangan tergiur harga murah dan kilometer rendah.
Jakarta -

Tak sedikit masyarakat Indonesia yang tertarik terhadap mobil bekas untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Karena untuk membeli mobil baru perlu biaya cukup besar, maka mobil bekas jadi opsi menarik.

"Sekarang tantangan bagi konsumen adalah bagaimana cara memilih mobil bekas yang bagus dan berkualitas," buka Jeffrey Andika, Co-Founder dan CEO Otospector dalam keterangan resminya.

Menurut Jeffrey, ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika kamu ingin meminang mobil bekas. Langkah awal jangan selalu berpatokan pada kilometer. Namun lebih baik fokus terhadap kondisi kendaraan.

Stok mobil bekas di dealer Marno Jaya MotorStok mobil bekas di dealer Marno Jaya Motor Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

"Mobil dengan kilometer rendah namun tidak dirawat dengan baik akan lebih rentan bermasalah, ketimbang mobil dengan kilometer tinggi tetapi lebih terawat," sambung Jeffrey.

Jeffrey juga menyarankan agar jangan terlalu percaya dengan mobil yang dilego dengan harga 'miring' atau harga yang sangat murah. Ada baiknya calon pembeli ekstra teliti dan hati-hati sebelum membeli.

"Biasakan untuk melakukan test drive sebelum membeli. Test drive kendaraan berfungsi untuk memastikan kondisi mobil ketika diajak berkendara dari sisi performa, fitur hingga lainnya," katanya lagi.

OLX bekerjasama dengan OtoSpector menghadirkan Layanan Inspeksi Mobil. Diluncurkan pada Desember 2018, layanan ini hadir bagi pengguna yang membutuhkan pengecekan kondisi mobil bekas secara detil dan menyeluruh. Dengan memanfaatkan layanan ini, mereka dapat mengetahui kondisi mobil bekas yang akan dibeli mulai dari interior, eksterior, mesin, hingga perangkat elektroniknya.Pengecekan mobil bekas wajib dilakukan di bagian mesin Foto: Luthfi Anshori

Hal penting yang juga harus dicek adalah mengenai kelengkapan surat-suratnya. Dokumen-dokumen seperti STNK, BPKB, dan faktur penjualan harus ada.

Kemudian dari sisi fisik kendaraan sendiri, bagian eksterior bisa diteliti, apakah mobil tersebut bekas kecelakaan atau tidak. Pertama cek sealer pintu, cek pilarnya, dan cek bagian kolong apakah ada bekas goresan atau tidak.

Selain itu yang perlu dicek lagi dari bagian eksterior adalah area mesin dan area kaki-kaki seperti shockbreaker, kampas rem, dan ban, serta kondisi cat di permukaan bodi.

Lanjut ke bagian interior, calon pembeli perlu mengecek kabinnya, apakah mobil bekas terendam banjir atau tidak. Jika pernah kena banjir bau kabin pasti bakal tidak sedap.

Selain melakukan inspeksi sendiri saat ingin membeli mobil bekas, konsumen juga bisa menggunakan jasa pengecekan pihak ketiga, seperti Otospector.

"Otospector pada awalnya menyuguhkan layanan penyedia jasa inspeksi mobil. Hingga kini kami telah menginspeksi lebih dari 35.000 unit kendaraan. Sementara sebanyak 5.000 unit mobil telah mendapatkan garansi untuk mesin dan transmisi. Selain itu, Otospector telah menjalin kerjasama total lebih dari 50 bengkel rekanan lebih pada 5 kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Jogja, Surabaya dan Bali," jelas Jeffrey.

"Karena Otospector telah memiliki banyak rekanan dengan showroom mobil bekas serta melakukan inspeksi rutin, maka data stok mobil showroom pun secara rutin telah masuk ke sistem kami. Strategi selanjutnya kami mengembangkan marketplace di aplikasi Android dan iOS dengan nama OTOS," tukas Jeffrey.

(lua/mhg)