Belajar dari Kecelakaan Vanessa Angel, Jangan Merasa Aman kalau Disopirin

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 04 Nov 2021 16:39 WIB
vanessa angel kecelakaan di tol
Mobil Vanessa Angel ringsek dalam kecelakaan. Foto: Istimewa
Jakarta -

Vanessa Angel dan suaminya Febri Andiansyah atau Bibi meninggal dunia. Mobil Mitsubishi Pajero Sport yang ditumpanginya ringsek setelah kecelakaan di Tol Jombang arah Surabaya Km 672.

Polisi menyebut, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah karena sopir mengantuk. Mobil menabrak beton pembatas dan terpelanting.

"Kendaraan tersebut tiba-tiba menabrak beton pembatas kiri ruas tol dikarenakan sopir mengantuk," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Usman Latif, Kamis (4/11/2021).

Akibatnya, mobil Pajero yang ditumpangi Vanessa Angel dan keluarga terpelanting dan berputar, lalu berhenti di lajur cepat. Kecelakaan terjadi di Km 672 Tol Jombang pukul 12.36 WIB siang tadi.

Menurut Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah jangan merasa aman ketika kita disopiri oleh orang lain.

"Ini kebiasaan dari seorang pengemudi. Ketika ada sopir, dia merasa sopirnya itu robot. Jadi kadang nggak peduli (si sopir) lelah, capek, belum makan, belum minum. Ini masalah," kata Sony kepada detikcom, Kamis (4/11/2021).

vanessa angel tewas kecelakaanvanessa angel tewas kecelakaan Foto: Istimewa

"Jadi pelajarannya adalah ketika kita naik mobil kalau disopirin, pastikan kecepatannya itu 100 km/jam. Itu kecepatan maksimal. Kenapa? Karena dia orang lain. Orang lain tidak mementingkan ke nyawa kita. Yang bisa mementingkan nyawa kita ya keluarga. Kalau pengemudi orang lain dia nggak menomorsatukan. Yang ada di otak dia adalah disuruh segera sampai hanya nyetir agar segera sampai, tapi balik lagi fisiknya belum tentu mampu menunjang dia untuk mengemudi," sambungnya.

Dari kecelakaan ini, Sony mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah akal sehat, bahwa mengemudi yang aman harus menyesuaikan kecepatan yang ditempuh dengan kemampuan pengemudi.

"Kita nggak bisa bilang larinya 100 km/jam atau 180 km/jam padahal kita tidak bisa mengantisipasi kalau memang terjadi apa-apa di jalan raya. Jadi akal sehat itu penting harus diperhatikan," ucapnya.

Kedua, jaga jarak. Pentingnya jaga jarak, kata Sony, adalah bahwa kita memiliki ruang untuk mengantisipasi kalau terjadi sesuatu. "Sehingga kalau kita punya ruang kita bisa melakukan cara berpikir, cara mengantisipasi dengan sehat," ucapnya.

"Ketiga, jaga kecepatan. Kalau sudah menentukan kecepatan tinggi ya pasti fatal. Kalau kecepatan rendah ya paling cuma penyok-penyok sedikit. Jadi tiga hal itu memastikan bahwa kita meminimalkan risiko kecelakaan," sebutnya.

Sony menyebut, saat disopiri orang lain pemilik mobil yang disetiri itu juga harus melakukan manajemen perjalanan dengan benar. Tentukan lokasi istirahat sepanjang perjalanan. Hal ini untuk mencegah sopir kelelahan yang berakibat fatal.

"Dia memang harus melakukan journey management secara benar. Ini penting di awalnya. Journey management ini disampaikan kepada penumpang-penumpangnya, di mana dia akan istirahat, di mana dia solat, makan dan sebagainya. Itu penting sehingga disepakati bersama di dalam kabin itu, nggak ada yang boleh satu sama lain saling ego. Karena kalau penngemudi dipaksa dia akan siap-siap aja, tapi si bosnya kan nggak tahu dia bukan robot," jelas Sony.

Simak video 'Vanessa Angel Tewas Kecelakaan, Polisi: Sopir Mengantuk':

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)